
BicaraPlus – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui PT Pertamina EP Asset 2 berhasil mencatatkan hasil positif dari uji produksi sumur pengembangan GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, Sumatera Selatan. Sumur ini mencatatkan hasil sementara sebesar 2.955 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,45 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Hasil tersebut diperoleh dari uji produksi (long string) yang mengalir secara natural open flow pada lapisan TAF-K1. Capaian ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah operasi PHR Zona 4.
Sumur GNK-114 berada di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Sumur GNK-114 Dibor hingga Kedalaman 1.885 Meter
Sumur GNK-114 atau GNK-PD80 mulai ditajak pada 13 Juli 2026 dan menyelesaikan tahapan pengeboran serta uji produksi pada 27 September 2026.
Pengeboran dilakukan secara berarah (directional drilling) menggunakan Rig PDSI #41.3/N110-UE dengan kedalaman akhir mencapai 1.885 meter measured depth (mMD) dan 1.884,66 meter true vertical depth (mTVD).
Pelaksanaan fase pengeboran dan uji produksi long string berlangsung dalam total waktu 36 hari, berdasarkan laporan operasi hingga 27 September 2026.
Produksi sumur ini berasal dari lapisan Layer K yang memiliki tekanan reservoir yang baik. Hasil uji produksi sementara menunjukkan potensi aliran minyak dan gas secara alami tanpa bantuan pengangkatan buatan pada tahap pengujian tersebut.

Selain mencatatkan hasil uji produksi yang positif, operasi sumur GNK-114 juga mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Sejak pertama kali tajak, kegiatan operasi sumur GNK-114 telah membukukan total 50.616 jam kerja aman (safe man hours).
Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pelaksanaan operasi yang mengutamakan keselamatan kerja serta keunggulan operasional (operational excellence).
Biaya Pengeboran Sumur GNK-114
Berdasarkan estimasi biaya lapangan (field estimate), realisasi biaya operasi Sumur GNK-114 tercatat sebesar USD 5.895.760,43 atau sekitar 68,43% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Hasil uji produksi sementara sebesar 2.955 BOPD dan 1,45 MMSCFD diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah kerja PHR Zona 4.
Sumur GNK-114 selanjutnya diharapkan dapat segera memasuki tahap produksi komersial setelah proses evaluasi dan persiapan operasional yang diperlukan.
Keberhasilan uji produksi ini menjadi salah satu capaian kegiatan pengembangan lapangan migas di Prabumulih, Sumatera Selatan, sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional.





