
BicaraPlus – SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP Indonesia dan INPEX mendorong kegiatan eksplorasi migas laut dalam (deep-water) di wilayah perairan Bali. Tahapan penting eksplorasi tersebut ditandai dengan persiapan pelaksanaan survei seismic di tiga Wilayah Kerja (WK) migas, yakni WK Agung-1, WK Barong, dan WK Agung-2.
Sebelum kegiatan seismic dimulai, dilakukan doa bersama dan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Bali sekaligus memohon kelancaran, keamanan, dan keselamatan selama seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi dihadiri juga kepala SKK Migas Bapak Djoko Siswanto.
Rangkaian doa bersama telah dilakukan di sejumlah pura terdekat sejak malam sebelumnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan di kawasan pantai dan perairan Cekungan Bawang, yang dipimpin oleh pemuka agama setempat bersama Gubernur Bali.
Prosesi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan SKK Migas, pimpinan BP Asia Pacific, General Manager BP Indonesia, Presiden Direktur INPEX, serta jajaran terkait dari masing-masing institusi.
Tiga Wilayah Kerja Jadi Sasaran Seismic
Kegiatan seismic laut dalam ini mencakup tiga wilayah kerja dengan cakupan survei yang cukup besar. Pada WK Agung-1, survei seismic 3D direncanakan sepanjang sekitar 1.800 kilometer. Sementara WK Barong akan menjalani survei seismic 3D sepanjang sekitar 1.857 kilometer.
Adapun pada WK Agung-2, kegiatan yang dilakukan berupa survei seismic 2D dengan panjang sekitar 285 kilometer.
Survei seismic merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan eksplorasi migas. Teknologi ini digunakan untuk memperoleh gambaran struktur geologi bawah permukaan (subsurface) melalui pemrosesan dan interpretasi data gelombang seismik.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memahami kondisi bawah permukaan dan mengidentifikasi potensi prospek migas di wilayah kerja tersebut.
Apabila hasil interpretasi menunjukkan prospek yang memenuhi parameter teknis dan keekonomian, kegiatan eksplorasi dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk evaluasi lebih lanjut dan pemboran eksplorasi.
Kolaborasi BP dan INPEX

Eksplorasi laut dalam di tiga wilayah kerja tersebut SKK Migas melibatkan dua perusahaan migas internasional. BP Indonesia bertindak sebagai operator dengan INPEX sebagai mitra dalam kegiatan eksplorasi.
Kegiatan eksplorasi laut dalam membutuhkan dukungan teknologi, keahlian teknis, investasi, serta pengelolaan kegiatan yang memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Keterlibatan BP dan INPEX diharapkan dapat memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki kedua perusahaan dalam kegiatan eksplorasi migas.
Bagi SKK Migas, kegiatan eksplorasi menjadi bagian penting dalam upaya mendorong penemuan sumber daya dan cadangan migas baru untuk mendukung keberlanjutan sektor hulu migas nasional.
Mengedepankan Kearifan Lokal
Pelaksanaan doa bersama dan kegiatan adat sebelum survei seismic juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.
Prosesi yang dilakukan di kawasan Cekungan Bawang menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai dan kearifan lokal masyarakat Bali, sekaligus momentum untuk memohon agar kegiatan eksplorasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat.
Selain aspek teknis, keberhasilan kegiatan eksplorasi juga membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan seismic diharapkan dapat menghasilkan data bawah permukaan yang berkualitas.
Hasil tersebut selanjutnya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai potensi migas di tiga wilayah kerja dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan pada tahapan eksplorasi berikutnya.
Kegiatan eksplorasi laut dalam di Bali ini menjadi bagian dari upaya mencari potensi sumber daya migas baru sekaligus memperkuat keberlanjutan kegiatan hulu migas Indonesia.





