
BicaraPlus – Musisi Kunto Aji meraih penghargaan Artis Solo Alternatif Terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) 2026 melalui lagu “bERANI”, Rabu (4/11/2026). Namun, lebih dari sekadar kemenangan, momen tersebut menjadi ruang bagi Kunto Aji untuk menyampaikan pesan tentang keberpihakan, solidaritas, dan kekuatan suara masyarakat.
Dalam pidato kemenangannya, Kunto Aji memilih mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para pendengar yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan musiknya. Ia juga menyampaikan komitmen untuk menyuarakan mereka yang belum mendapatkan ruang untuk didengar.
“Terima kasih buat pendengar-pendengar saya. Saya ada di sini, saya akan mewakili teman-teman semua, karena tanpa pendengar saya bukan siapa-siapa. Untuk suara-suara tak terdengar di luar sana, akan sebisa mungkin saya suarakan. Power to the people,” ujar Kunto Aji.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan kuat dari kemenangan Kunto Aji di AMI Awards 2026. Baginya, musik bukan semata-mata tentang pencapaian, popularitas, atau penghargaan, melainkan juga tentang hubungan dengan pendengar dan tanggung jawab untuk menghadirkan suara yang lebih luas.
“bERANI”, Lagu tentang Menjaga dan Memulai Kembali
Lagu “bERANI” dirilis pada 25 Juni 2026 sebagai single pembuka album keempat Kunto Aji bertajuk Kuda Hitam. Karya ini mengangkat tema keberanian untuk tetap hadir, menjaga, dan menemani orang-orang yang dicintai, terutama ketika kehidupan berada dalam situasi yang tidak pasti.
Melalui penggalan lirik, “Melati, sehancur apapun itu, aku akan menjagamu” dan “kita mulai lagi dari puing-puing”, Kunto Aji menghadirkan pesan tentang kesetiaan, keteguhan, serta harapan untuk membangun kembali sesuatu yang pernah runtuh.
“bERANI” tidak hanya berbicara tentang hubungan personal atau cinta dalam pengertian romantis. Lebih jauh, lagu ini dapat dimaknai sebagai refleksi tentang keberanian untuk bertahan, merawat, dan tidak meninggalkan sesuatu yang masih layak diperjuangkan.
Pesan tersebut terasa relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Di tengah ketidakpastian dan perubahan sosial, keberanian untuk saling menjaga serta membangun kembali kepercayaan menjadi hal yang semakin penting.
Musik sebagai Ruang untuk Menyuarakan Masyarakat
Pesan “Power to the people” yang disampaikan Kunto Aji memberikan makna lebih luas terhadap penghargaan yang diterimanya. Kalimat tersebut menegaskan bahwa kekuatan tidak hanya berada pada mereka yang memiliki panggung dan sorotan, tetapi juga pada masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan sebuah karya.
Pendengar bukan sekadar konsumen musik. Mereka turut memberikan makna, membangun kedekatan emosional, dan menjadikan sebuah lagu memiliki kehidupan di luar ruang rekaman.
Di sisi lain, pernyataan Kunto Aji tentang suara-suara yang tak terdengar juga mengingatkan bahwa masih banyak persoalan dan pengalaman masyarakat yang membutuhkan perhatian. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan mendapatkan ruang dalam percakapan publik.
Melalui musik, seorang musisi memiliki kesempatan untuk menghadirkan perspektif, membangun empati, dan mengajak masyarakat melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
Kemenangan Kunto Aji di AMI Awards 2026 akhirnya bukan hanya menjadi pengakuan atas pencapaian musikalnya. Momen tersebut juga membawa pesan bahwa sebuah karya dapat memiliki arti lebih besar ketika mampu terhubung dengan kehidupan banyak orang.
Sebab, keberanian tidak selalu berarti berdiri paling depan. Terkadang, keberanian justru hadir dalam keputusan untuk tetap menjaga, mendengarkan, dan memberikan ruang bagi mereka yang selama ini tidak terdengar.





