SKK Migas Didorong Tancap Gas, Target Lifting Minyak 2027 Naik Jadi 612.500 Barel per Hari

SKK Migas Didorong Tancap Gas, Target Lifting Minyak 2027 Naik Jadi 612.500 Barel per Hari

BicaraPlus – Kinerja SKK Migas mendapat apresiasi Komisi XII DPR RI dalam pembahasan asumsi dasar sektor energi untuk RAPBN 2027. Upaya SKK Migas mendorong peningkatan lifting minyak dinilai menunjukkan perkembangan positif, sehingga target lifting minyak bumi 2027 akhirnya disepakati sebesar 612.500 barel per hari.

Dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah fraksi menyoroti upaya pemerintah bersama SKK Migas dalam meningkatkan lifting migas nasional. Menteri ESDM sebelumnya mengusulkan target lifting minyak bumi di kisaran 612.500 barel per hari, sementara lifting gas bumi ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.

Apresiasi terhadap SKK Migas secara khusus disampaikan anggota Komisi XII. Salah satu anggota DPR menyebut upaya Kepala SKK Migas dalam meningkatkan lifting terus dipantau dan dinilai memberikan perkembangan yang positif.

“Upaya-upaya untuk meningkatkan lifting tidak henti-hentinya,” demikian inti penyampaian anggota Komisi XII dalam rapat tersebut. Ia juga menyatakan optimisme bahwa target 612.500 barel per hari dapat dicapai, bahkan berpotensi lebih tinggi.

Target Lifting Minyak 2027 Naik

Target 612.500 barel per hari menjadi perhatian karena pemerintah tengah berupaya membalikkan tantangan produksi minyak nasional. Dalam rapat, sejumlah fraksi Komisi XII secara konsisten mendorong agar target lifting 2027 tidak berhenti pada angka 610.000 barel per hari.

Fraksi PKB, misalnya, mengusulkan target 612.500 barel per hari agar terdapat peningkatan yang lebih jelas dibandingkan target sebelumnya. Fraksi PKS dan PAN juga menyampaikan dukungan terhadap angka tersebut.

Fraksi PAN bahkan memberikan apresiasi terhadap kerja Menteri ESDM dan jajaran terkait, termasuk SKK Migas, yang dinilai telah berupaya meningkatkan lifting. Kinerja lintas lembaga tersebut dipandang penting untuk mencapai target peningkatan lifting hingga 2029.

SKK Migas Jadi Ujung Tombak Hulu Migas

ANVA 8

Peran SKK Migas menjadi semakin strategis karena peningkatan lifting tidak hanya bergantung pada penetapan target, tetapi juga kemampuan menjaga produksi dari lapangan yang sudah beroperasi sekaligus mendorong kegiatan hulu migas.

Dalam rapat tersebut, Menteri ESDM menyampaikan bahwa target lifting minyak dan gas 2027 disusun dengan memperhatikan realisasi hingga Juli 2026. Pemerintah mengusulkan total lifting migas sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari, yang terdiri dari lifting minyak bumi sekitar 612.500 barel per hari dan lifting gas bumi 954.000 barel setara minyak per hari.

Target tersebut kemudian disepakati seluruh fraksi dalam pembahasan Komisi XII DPR RI. Dalam kesimpulan rapat, lifting minyak bumi ditetapkan 612.500 barel per hari, sedangkan lifting gas bumi sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.

Tantangan Belum Berakhir

Meski mendapat apresiasi, target lifting 2027 tetap menghadirkan tantangan besar bagi sektor hulu migas. Dinamika geopolitik global, harga minyak, nilai tukar rupiah, hingga daya tarik investasi menjadi faktor yang dapat memengaruhi kinerja sektor energi nasional. Komisi XII sendiri mengingatkan bahwa kondisi global masih sulit diprediksi sehingga asumsi energi 2027 harus disusun secara hati-hati.

Karena itu, capaian 612.500 barel per hari nantinya tidak hanya menjadi angka dalam RAPBN 2027. Target tersebut akan menjadi ukuran penting bagi efektivitas kerja pemerintah, SKK Migas, dan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam menjaga sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional.

Dengan dukungan lintas lembaga dan percepatan berbagai upaya peningkatan produksi, SKK Migas kini menghadapi pekerjaan besar yaitu memastikan optimisme di ruang rapat DPR benar-benar berubah menjadi tambahan produksi minyak di lapangan.

Bagikan