
BicaraPlus – unung Sinabung kembali erupsi. Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin meminta pemerintah daerah mempercepat proses evakuasi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Sultan menilai percepatan evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko korban akibat material vulkanik yang dikeluarkan gunung api tersebut.
Menurut Sultan, proses evakuasi tidak hanya membutuhkan kesiapan petugas di lapangan, tetapi juga dukungan sumber daya dan anggaran yang memadai. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memperkuat peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani kondisi darurat.
“Pemerintahan Daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu sesegera mungkin mengevakuasi masyarakat di daerah terdampak. Kami juga mendorong agar Pemda berkoordinasi dengan semua pihak terutama Pemerintah Pusat,” ujar Sultan.
BPBD Diminta Perkuat Evakuasi dan Penanganan Warga
Sultan menekankan bahwa penanganan erupsi Gunung Sinabung membutuhkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama BPBD perlu memastikan masyarakat yang berada di kawasan terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Ia juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak, mulai dari makanan, obat-obatan, masker hingga tempat tinggal sementara.
“Korban terdampak erupsi membutuhkan banyak bantuan logistik, baik makanan, obat-obatan, masker dan tempat tinggal sementara yang harus disiapkan oleh BPBD,” katanya.
Menurut Sultan, BPBD memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pihak yang berada di garis depan dalam proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak bencana.
Ia pun memberikan apresiasi kepada para petugas yang masih menjalankan tugas di lapangan di tengah situasi erupsi Gunung Sinabung.
“BPBD menjadi pihak yang paling diharapkan perannya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak erupsi. Kami mengapresiasi dan menyampaikan dukungan moral kepada petugas BPBD yang terus berjibaku di lapangan,” tegasnya.
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter

Gunung Sinabung yang berada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami erupsi pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB.
Erupsi Gunung Sinabung tersebut menghasilkan kolom abu yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak. Peristiwa ini menjadi perhatian karena erupsi tersebut tercatat sebagai aktivitas erupsi pertama Gunung Sinabung sejak terakhir kali mengalami letusan pada 2022.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung menjadi penting. Selain evakuasi, penanganan pascaerupsi juga perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak abu vulkanik.
Sultan meminta pemerintah tidak menunggu hingga kondisi memburuk untuk mengambil langkah penanganan. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD dan pemerintah pusat harus dilakukan secara cepat agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.
“Kecepatan evakuasi dibutuhkan untuk mengurangi jumlah korban akibat material erupsi,” ujar mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut.
Evakuasi Gunung Sinabung Harus Diikuti Bantuan Logistik
Selain memastikan keselamatan masyarakat, Sultan mengingatkan pentingnya distribusi bantuan logistik secara cepat dan tepat sasaran.
Masyarakat yang harus meninggalkan tempat tinggalnya akibat erupsi membutuhkan tempat pengungsian yang layak, makanan, air, obat-obatan serta masker untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik.
Karena itu, kesiapan anggaran BPBD dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif.
Desakan Ketua DPD RI tersebut menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam penanganan erupsi Gunung Sinabung. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah evakuasi berdasarkan kondisi lapangan dan perkembangan aktivitas gunung api.
Pada saat yang sama, masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diimbau mengikuti arahan resmi pemerintah dan petugas kebencanaan serta mengutamakan keselamatan apabila diminta melakukan evakuasi.





