
BicaraPlus – Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK menghadirkan pengalaman berbeda bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Tidak sekadar melihat aktivitas bongkar muat peti kemas, para mahasiswa diajak masuk langsung ke pusat kendali operasional pelabuhan modern yang kini menjadi tulang punggung rantai pasok nasional dan perdagangan global.
Melalui Program Jejak Pelabuhan yang digelar IPC Terminal Petikemas, mahasiswa melihat bagaimana transformasi digital mengubah wajah industri kepelabuhanan menjadi lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (8/5/2026) itu sekaligus membuka wawasan generasi muda mengenai besarnya peluang karier di sektor logistik dan pelabuhan nasional.
Program ini juga memperlihatkan bahwa pelabuhan saat ini bukan lagi industri konvensional, melainkan ekosistem modern yang memadukan teknologi, data, sustainability, dan strategi bisnis dalam satu sistem terintegrasi.
Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK Perlihatkan Teknologi Modern Pelabuhan
Dalam Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, peserta diajak mengunjungi Integrated Planning & Control Room serta Terminal Operasi 3 di Pelabuhan Tanjung Priok. Dari ruang kendali tersebut, mahasiswa melihat langsung bagaimana aktivitas terminal petikemas dipantau secara real-time menggunakan sistem digital terintegrasi.
Teknologi yang digunakan IPC TPK memungkinkan pengelolaan arus peti kemas menjadi lebih efisien dan minim hambatan. Seluruh proses operasional mulai dari kedatangan kapal, penempatan kontainer, hingga distribusi logistik dipantau menggunakan sistem modern berbasis data.
Mahasiswa juga diperlihatkan bagaimana teknologi digital membantu mitigasi risiko operasional sekaligus mempercepat proses pelayanan logistik nasional. Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi rantai pasok di tengah tingginya aktivitas perdagangan internasional.
Digitalisasi Jadi Sorotan dalam Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK
Salah satu hal yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah penerapan digitalisasi di lingkungan pelabuhan modern. Dalam Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, peserta memperoleh gambaran bahwa teknologi kini menjadi pusat transformasi industri logistik Indonesia.
Digitalisasi tidak hanya diterapkan untuk operasional terminal, tetapi juga dalam pengelolaan customer relation, koordinasi lintas sektor, hingga pengambilan keputusan bisnis secara cepat dan akurat.
Mahasiswa juga memahami bahwa industri pelabuhan saat ini membutuhkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, teknologi informasi, komunikasi, data analytics, hingga sustainability.
Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa dunia kepelabuhanan kini semakin terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan. “Dunia kepelabuhanan hari ini bukan lagi industri yang eksklusif atau hanya dipahami kalangan tertentu. Industri ini sangat terbuka dan membutuhkan banyak perspektif keilmuan, mulai dari ekonomi, bisnis, teknologi, data, sustainability, hingga komunikasi,” ujar Daniel Setiawan.
Program Jejak Pelabuhan IPC TPK Buka Wawasan Industri Masa Depan
Berbeda dengan kunjungan akademik biasa, Program Jejak Pelabuhan dirancang untuk memberikan pengalaman industri yang lebih kontekstual dan strategis. Dalam Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, mahasiswa diajak memahami bagaimana pelabuhan menjadi penghubung utama rantai pasok global dan penggerak ekonomi nasional.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam transformasi industri pelabuhan modern. IPC TPK menunjukkan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor logistik nasional. Selain itu, mahasiswa melihat langsung bagaimana efisiensi logistik dapat memengaruhi biaya distribusi nasional dan daya saing Indonesia dalam perdagangan internasional.
IPC TPK Dorong Generasi Muda Masuk Industri Logistik Nasional

Sebagai operator terminal petikemas di bawah naungan Pelindo Group, IPC TPK menilai pengenalan industri sejak dini menjadi langkah penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Melalui Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, perusahaan berharap generasi muda semakin memahami bahwa sektor kepelabuhanan merupakan industri modern yang memiliki prospek besar di masa depan.
Daniel Setiawan menegaskan bahwa Program Jejak Pelabuhan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri. “Mahasiswa tidak hanya melihat proses operasional, tetapi juga memahami bagaimana pelabuhan bekerja sebagai penghubung rantai pasok dan penggerak aktivitas ekonomi,” tutup Daniel.
Saat ini IPC TPK beroperasi di enam area kerja strategis di Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Pontianak, Panjang, Boom Baru, Teluk Bayur, dan Talang Duku. Keberadaan IPC TPK menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas logistik nasional dan perdagangan internasional Indonesia.





