
BicaraPlus – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) kembali menunjukkan kualitas pendidikan vokasinya melalui capaian lulusan yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Pada Wisuda Ke-42 sekaligus puncak Dies Natalis ke-44, PNJ meluluskan sebanyak 2.437 lulusan, dengan 41 persen di antaranya telah bekerja atau berwirausaha bahkan sebelum resmi menerima ijazah.
Wisuda tersebut berlangsung di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu, 19 September 2026, dengan mengusung tema “Celebrating Achievement, Creating Impact, Inspiring the Future through Character and Integrity.”
Capaian penyerapan lulusan menjadi salah satu indikator penting kualitas pendidikan vokasi PNJ. Dari 2.437 lulusan, sebanyak 907 orang atau 41 persen telah memperoleh pekerjaan maupun menjalankan usaha sebelum wisuda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 863 lulusan telah terserap di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, sementara 44 lulusan memilih jalur kewirausahaan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan di PNJ tidak hanya berorientasi pada kelulusan akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dan menciptakan peluang usaha.
Kualitas PNJ Ditopang Pendidikan yang Terhubung dengan Industri
Sebagai perguruan tinggi vokasi, PNJ terus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi lulusan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja.
Keterlibatan industri juga terlihat dari lulusan yang mengikuti Program Kerja Sama Pendidikan langsung dengan mitra industri. Pada tahun ini, sebanyak 129 wisudawan merupakan bagian dari program kerja sama tersebut.
Model pendidikan yang terhubung dengan industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman, kompetensi teknis, sekaligus pemahaman terhadap standar profesional yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Hal ini sejalan dengan arah pengembangan pendidikan vokasi yang menempatkan kompetensi, pengalaman praktik, dan relevansi dengan kebutuhan industri sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.
Akreditasi Unggul Perkuat Mutu Pendidikan PNJ
Kualitas kelembagaan PNJ juga tercermin melalui capaian akreditasi. PNJ telah memperoleh Akreditasi Institusi dengan predikat Unggul dari BAN-PT. Selain akreditasi institusi, sebanyak 16 program studi PNJ juga berpredikat Unggul, sementara empat program studi telah memperoleh sertifikasi akreditasi internasional dari IABEE dan ASIIN.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PNJ menjaga standar mutu pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semakin kuatnya sistem penjaminan mutu, PNJ tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga lulusan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan dinamika dunia kerja.
51.016 Alumni PNJ Jadi Bagian dari Ekosistem Pendidikan Vokasi

Wisuda Ke-42 juga menambah jumlah alumni PNJ yang kini mencapai 51.016 lulusan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.853 alumni berasal dari bidang Rekayasa, sedangkan 19.163 alumni berasal dari bidang Tata Niaga.
Jumlah alumni yang besar menjadi bagian dari ekosistem PNJ yang terus berkembang. Alumni yang bekerja di berbagai sektor dapat menjadi penghubung antara institusi pendidikan dengan dunia profesional sekaligus membuka ruang kolaborasi baru bagi mahasiswa dan institusi. Direktur PNJ, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., pada prosesi wisuda melantik 1.420 wisudawan dan 1.017 wisudawati.
PNJ Perluas Pengalaman Internasional Mahasiswa
Kualitas pendidikan PNJ juga diperkuat melalui pengembangan program internasional. Sebanyak 179 mahasiswa tercatat mengikuti program student exchange dan international internship di berbagai institusi dan mitra internasional. Sejumlah mitra tersebut antara lain PT Liugong, National United University, Liuzhou Polytechnic University (LZPU), Gumi University, St. John’s University, serta Minghsin University of Science and Technology.
Program mobilitas internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan profesional di lingkungan global. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa vokasi untuk memahami standar kerja dan perkembangan industri di luar Indonesia. Atas capaian kemitraan tersebut, PNJ sebelumnya juga memperoleh medali Silver Winner pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025.
PNJ Dorong Lulusan Tidak Hanya Menjadi Pencari Kerja

Dalam prosesi wisuda, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan apresiasi terhadap kontribusi PNJ dalam menghasilkan sumber daya manusia vokasi. Menteri menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri agar pendidikan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan PNJ yang tidak hanya menyiapkan lulusan untuk memasuki pasar kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa memiliki kemampuan inovasi dan kewirausahaan. Hal tersebut tercermin dari 44 lulusan yang telah memilih jalur kewirausahaan sebelum wisuda.
Dalam membekali lulusan menghadapi dunia profesional, PNJ menekankan tiga karakter utama, yaitu integritas, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi. Integritas menjadi landasan dalam menjalankan profesi secara bertanggung jawab. Ketangguhan dibutuhkan agar lulusan mampu menghadapi tekanan dan perubahan. Sementara kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Dengan kombinasi kompetensi teknis, pengalaman industri, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat, lulusan PNJ diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-44 tahun, capaian PNJ menunjukkan bahwa penguatan mutu pendidikan vokasi tidak hanya dapat dilihat dari jumlah lulusan, tetapi juga dari seberapa relevan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, kualitas institusi, kekuatan kemitraan, serta kemampuan mahasiswa mendapatkan pengalaman di tingkat internasional.
Capaian 41 persen lulusan yang telah bekerja atau berwirausaha sebelum wisuda menjadi salah satu gambaran dari upaya tersebut, sekaligus memperkuat posisi PNJ sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi yang terus mengembangkan kualitas, relevansi, dan daya saing lulusannya.





