
BicaraPlus – Jamaah haji Indonesia, khususnya lanjut usia (lansia), diimbau tidak memaksakan diri menjalankan Shalat Arbain di Masjid Nabawi jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
Imbauan ini disampaikan agar jamaah tetap bugar menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Petugas Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, menegaskan Shalat Arbain bukan rukun maupun kewajiban dalam ibadah haji.
“Shalat Arbain bukan sesuatu yang harus dituntut kepada jamaah. Yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tetap prima untuk puncak haji,” ujar Anis di Bandara Madinah, belum lama ini.
Shalat Arbain merupakan pelaksanaan shalat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, yang umumnya dijalani selama delapan hari.
Meski banyak diupayakan jamaah, Anis mengingatkan ibadah tersebut tidak boleh mengorbankan kesehatan, terutama bagi lansia.
Menurutnya, jangan sampai keinginan menuntaskan 40 waktu shalat justru membuat jamaah kelelahan saat menghadapi wukuf di Arafah yang merupakan rukun haji dan tidak bisa ditinggalkan.
Ia menegaskan, jamaah tetap bisa beribadah di Masjid Nabawi sesuai kemampuan. Namun, jika kondisi fisik menurun, shalat di hotel tetap diperbolehkan.
“Silakan shalat di Nabawi. Tapi kalau kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan shalat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri,” katanya.
Imbauan ini menjadi penting karena dari sekitar 203 ribu jamaah haji reguler Indonesia tahun ini, sebanyak 44.432 di antaranya merupakan lansia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian para pendamping, ketua regu, ketua rombongan, serta petugas haji.
Saat ini, jamaah gelombang pertama yang mulai tiba sejak 22 April berada di Madinah sekitar sembilan hari sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Sementara itu, jamaah gelombang kedua dijadwalkan mulai tiba melalui Bandara Jeddah pada 7 Mei.
Seluruh jamaah dijadwalkan mengikuti puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah pada 26 Mei.
Karena itu, menjaga kesehatan sejak di Madinah menjadi kunci agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal.





