DPD RI Dukung Pelestarian Pesisir Lewat Aksi Tanam Mangrove dan Bersih Pantai di Bantul

DPD RI Dukung Pelestarian Pesisir Lewat Aksi Tanam Mangrove

BicaraPlus – Kondisi lingkungan Indonesia saat ini tengah dalam kondisi yang tidak baik – baik saja dalam rangka terus mendukung upaya pelestarian lingkungan DPD RI melakukan aksi penanaman mangrove, bersih pantai, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di Pantai Baros, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan bertajuk Green Network in Action yang berlangsung pada Minggu (7/6) ini merupakan kolaborasi antara Green Democracy Institute (GDI) Cabang Yogyakarta dan Green Coast Baros (GCB). Program tersebut menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk memperkuat pelestarian pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pantai di tengah ancaman abrasi, pencemaran, dan perubahan iklim.

Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Syauqi Soeratno, yang hadir mewakili Ketua DPD RI, menegaskan bahwa melakukan pelestarian kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, keberhasilan pelestarian lingkungan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, komunitas, dan generasi muda.

“Jika satu komunitas melakukan pelestarian satu kawasan, maka ribuan komunitas akan menjaga Indonesia. Pantai Baros adalah bukti nyata bahwa kolaborasi masyarakat, komunitas, pemerintah, akademisi, dan generasi muda mampu mengubah kawasan pesisir menjadi ruang konservasi yang memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus berkelanjutan melalui pemeliharaan pohon yang telah ditanam dan peningkatan kesadaran masyarakat. “Jangan berhenti setelah acara ini selesai, jangan berhenti setelah bibit ditanam. Semoga Pantai Baros terus menjadi inspirasi bahwa kepedulian yang kecil, jika dilakukan bersama-sama dapat melahirkan perubahan besar bagi Indonesia,” tegasnya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekosistem pesisir terbesar di dunia. Dengan garis pantai sepanjang lebih dari 95 ribu kilometer, kawasan pesisir memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Pesisir tidak hanya menjadi ruang hidup bagi jutaan masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari ancaman gelombang laut dan abrasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai wilayah pesisir di Indonesia menghadapi tekanan yang semakin besar. Perubahan iklim menyebabkan kenaikan muka air laut yang berdampak pada berkurangnya wilayah daratan di sejumlah daerah. Di sisi lain, pencemaran sampah plastik dan kerusakan ekosistem pesisir juga menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Pelestarian Pesisir Melalui Kolaborasi Berkelanjutan

WhatsApp Image 2026 06 08 at 11.23.08 1

Mewakili Bupati Bantul, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, menyampaikan pentingnya menjaga keberlanjutan program konservasi mangrove melalui sinergi berbagai pihak.

Ia berharap masyarakat dan generasi muda dapat terus terlibat aktif dalam menjaga ekosistem pesisir yang memiliki peran strategis dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta melindungi garis pantai dari ancaman abrasi. “Pesan Bapak Bupati, mangrove yang ditanam hari ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dijaga keberlanjutannya melalui kolaborasi masyarakat agar memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi,” katanya.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penanaman simbolis mangrove yang dilakukan bersama perwakilan GDI, Pengelola Pantai Baros, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, Camat, serta Kepala Desa setempat.

Tanam 250 Bibit untuk Perkuat Ekosistem dan Ekonomi Masyarakat

Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan komunitas lingkungan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari edukasi mangrove, aksi bersih pantai, hingga penanaman pohon.

Dalam program ini, sebanyak 250 bibit ditanam di dua lokasi berbeda. Di kawasan konservasi mangrove dan pesisir Pantai Baros, dilakukan penanaman 100 bibit mangrove dan 50 bibit cemara untuk memperkuat vegetasi pesisir.

Sementara itu, di area kebun Pedukuhan Baros yang berada di atas tanah hibah Kelompok Wanita Tani (KWT), ditanam 50 bibit alpukat dan 50 bibit nangka sebagai tanaman produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. GDI Yogyakarta dan Green Coast Baros menegaskan bahwa Green Network in Action bukan sekadar kegiatan satu hari, melainkan bagian dari gerakan jangka panjang untuk membangun budaya peduli lingkungan dan memperkuat aksi nyata menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.

Bagikan