App Store Catat Rekor US$1,4 Triliun pada 2025, Aplikasi AI Dorong Pertumbuhan Pesat

App Store Catat Rekor US$1,4 Triliun pada 2025

BicaraPlus – Apple mengumumkan bahwa ekosistem global App Store berhasil memfasilitasi lebih dari US$1,4 triliun atau sekitar Rp22.700 triliun dalam pembayaran dan penjualan pengembang sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menegaskan peran App Store sebagai salah satu mesin ekonomi digital terbesar di dunia sekaligus membuka peluang bisnis yang semakin luas bagi para pengembang aplikasi.

Data tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan oleh Analysis Group. Menariknya, lebih dari 90 persen transaksi yang terjadi dalam ekosistem App Store tidak dikenakan komisi kepada Apple, sehingga sebagian besar pendapatan langsung dinikmati oleh para pengembang.

CEO Apple, Tim Cook, menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kreativitas dan inovasi komunitas pengembang yang terus menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna di seluruh dunia. “Pengembang adalah jantung dari App Store, dan pencapaian luar biasa tahun ini merupakan bukti kreativitas mereka yang tak terbatas. Kami berkomitmen menyediakan alat, teknologi, dan platform tepercaya yang mereka butuhkan untuk membangun masa depan,” ujar Tim Cook.

Pertumbuhan AI Dorong Lonjakan Ekonomi Aplikasi

Salah satu tren paling menonjol dalam ekosistem App Store tahun ini adalah meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Apple mencatat lebih dari 40 dari 100 aplikasi terpopuler di App Store kini telah menghadirkan fitur AI yang berhadapan langsung dengan pengguna. Aplikasi-aplikasi tersebut bahkan mencatat pertumbuhan pembayaran hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan aplikasi lain dalam kategori yang sama.

Pemanfaatan AI hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari aplikasi kesehatan yang mampu memberikan rekomendasi personal, aplikasi pengeditan foto dan video dengan fitur generatif, hingga platform produktivitas yang mampu mengotomatisasi berbagai tugas kompleks.

Apple menilai AI tidak hanya mengubah pengalaman pengguna, tetapi juga mempercepat proses pengembangan aplikasi. Melalui berbagai teknologi seperti Foundation Models dan Apple Intelligence, pengembang dapat menciptakan fitur-fitur pintar yang tetap menjaga privasi pengguna karena sebagian besar pemrosesan dilakukan langsung di perangkat.

Selain itu, Apple juga menghadirkan kemampuan baru pada Xcode 26 yang memungkinkan proses pengembangan aplikasi berbasis AI menjadi lebih cepat dan efisien melalui teknologi agentic coding.

Penjualan Barang Fisik Masih Mendominasi

Dari total nilai ekonomi sebesar US$1,4 triliun yang difasilitasi App Store sepanjang 2025, kategori barang dan jasa fisik menjadi kontributor terbesar. Penjualan barang dan jasa fisik mencapai sekitar US$1,1 triliun, didorong oleh pertumbuhan sektor ritel, layanan pesan-antar makanan, pengiriman bahan makanan, serta perjalanan.

Sementara itu, transaksi untuk barang dan layanan digital mencapai US$149 miliar. Kategori ini didominasi oleh industri game, aplikasi bisnis, serta layanan streaming video. Di sisi lain, pendapatan iklan dalam aplikasi yang diperoleh pengembang mencapai US$150 miliar, menunjukkan bahwa model bisnis berbasis iklan masih menjadi salah satu sumber pendapatan utama dalam ekonomi aplikasi global.

App Store Menjangkau 850 Juta Pengguna Setiap Pekan

Apple mengungkapkan bahwa App Store kini melayani rata-rata lebih dari 850 juta pengguna mingguan di 175 negara dan wilayah. Besarnya basis pengguna tersebut memberikan peluang besar bagi pengembang untuk memperluas pasar secara global hanya melalui satu platform distribusi.

Saat ini masyarakat semakin mengandalkan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari berbelanja kebutuhan pokok, memesan transportasi, menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, hingga berkomunikasi dengan keluarga dan rekan kerja.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi App Store terus menunjukkan tren positif. Dalam enam tahun terakhir, pembayaran dan penjualan yang difasilitasi App Store meningkat lebih dari dua kali lipat di China, serta meningkat lebih dari tiga kali lipat di Amerika Serikat dan Eropa.

Kategori ritel umum menjadi sektor dengan nilai transaksi terbesar di hampir seluruh pasar utama dunia. Namun setiap wilayah juga menunjukkan karakteristik unik. Di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Australia, Selandia Baru dan Brasil, sektor perjalanan menjadi kategori terbesar kedua setelah ritel. Sementara di Korea Selatan, layanan pengiriman makanan menempati posisi kedua. Adapun di China, layanan pengiriman bahan makanan dan makanan menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan paling pesat.

Apple Perkuat Dukungan bagi Pengembang Global

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi aplikasi, Apple terus memperluas investasi bagi komunitas pengembang melalui berbagai program pendidikan, pusat pengembangan, serta penyediaan teknologi terbaru.

Sepanjang 2025, Apple Developer Center telah melayani ribuan pengembang di Amerika Serikat, China, India dan Singapura. Apple juga akan membuka pusat pengembang baru di Berlin yang akan memperkuat ekosistem pengembang di Eropa.

Selain itu, Apple kini memiliki hampir 20 Apple Developer Academy yang tersebar di Brasil, Indonesia, Italia, Arab Saudi, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Program tersebut dirancang untuk membekali generasi baru pengembang dengan keterampilan coding, kecerdasan buatan, desain dan pemasaran digital.

Dengan terus berkembangnya teknologi AI dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital, Apple memperkirakan ekosistem App Store akan terus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital global dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan