
Bicaraplus – Gempa Palu 2026 berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) masih terus dipantau. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 05.30 WITA, tercatat 419 gempa susulan berdasarkan data BMKG. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia, puluhan warga mengalami luka-luka, serta kerusakan pada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan laporan terbaru Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, pusat gempa berada di daratan pada koordinat 1,04 LS–120,23 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan Gempa Palu 2026 dirasakan cukup kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, hingga Kabupaten Tojo Una-Una (Ampana). Saat gempa terjadi, warga dilaporkan berhamburan keluar rumah, gedung perkantoran, sekolah, dan pusat aktivitas lainnya untuk menyelamatkan diri. Kepanikan sempat terjadi di sejumlah wilayah, namun kondisi secara bertahap kembali kondusif setelah masyarakat memperoleh informasi bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Korban Gempa Palu Bertambah Menjadi 79 Orang,Ratusan Rumah dan Fasilitas Rusak
Berdasarkan data terbaru Gempa Palu 2026, jumlah korban terdampak mencapai 79 orang yang terdiri atas satu orang meninggal dunia akibat serangan jantung, empat orang mengalami luka berat, dan 74 orang mengalami luka ringan. Korban meninggal berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Sementara itu, korban luka tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso. Sebagian besar korban mengalami cedera akibat tertimpa material bangunan maupun saat berupaya menyelamatkan diri ketika guncangan terjadi.
Selain menimbulkan korban jiwa, Gempa Palu 2026 juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum dan permukiman warga. Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Gedung Auditorium Universitas Tadulako (UNTAD), Gedung Serbaguna UNTAD, Hotel Best Western, Hotel Santika, Jembatan III Palu yang mengalami keretakan, satu rumah warga, serta satu tempat usaha. Sementara itu, Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling besar.
Ratusan rumah mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat di berbagai desa seperti Kamarora A, Kamarora B, Sopu, Uwe Nuni, Tongoa, Ampera, dan Rahmat. Selain rumah warga, kerusakan akibat Gempa Palu 2026 meliputi kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah ibadah, UMKM, saluran air, jembatan alternatif Tongoa–Kamarora yang terputus, serta longsor di kawasan Gunung Kamarora. Di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, sejumlah rumah, sekolah, tempat ibadah, serta akses jalan juga dilaporkan terdampak.
419 Gempa Susulan Masih Terjadi

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga Rabu (17/6/2026) pukul 05.30 WITA, telah terjadi 419 kali gempa susulan. Magnitudo terbesar tercatat mencapai 5,2, sedangkan yang terkecil sebesar 1,3. Dari ratusan gempa susulan tersebut, sebanyak 25 kali masih dapat dirasakan oleh masyarakat. Kondisi ini membuat warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi roboh apabila terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu bersama BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan situasi Gempa Palu 2026 di seluruh wilayah terdampak. Tim SAR juga telah melakukan asesmen terhadap kerusakan Gedung Auditorium Universitas Tadulako yang mengalami kerusakan pada bagian plafon akibat guncangan gempa. Hingga saat ini, personel beserta peralatan SAR tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat maupun kebutuhan evakuasi apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan.
Proses pendataan terhadap korban Gempa Palu 2026 maupun kerusakan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait. Selain melakukan asesmen terhadap rumah warga dan fasilitas umum, pemerintah juga mulai menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Di sisi lain, layanan vital seperti rumah sakit dan Bandara Sis Al Jufri Palu dilaporkan tetap beroperasi normal sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan Basarnas, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengingat aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung.
Selain melakukan pendataan kerusakan fisik, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk pelayanan kesehatan, distribusi logistik, dan dukungan bagi warga yang mengungsi. Tim gabungan terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan.





