
BicaraPlus – Tim SAR Gabungan terus melakukan operasi pencarian, pertolongan, evakuasi medis, serta penyisiran di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (19/8/2026) sore, operasi masih berlangsung di sejumlah kabupaten dengan dukungan unsur SAR, tenaga kesehatan, dan logistik.
Dalam perkembangan terbaru operasi SAR gempa Flores per pukul 18.30 Wita, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi medis terhadap seorang korban bernama Adelina Ndimas, warga Desa Golowontong, Kampung Liang Dalo, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Korban Gempa Flores mengalami fraktur pada bagian kepala dan dievakuasi dari Posko Medis Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, menuju RSUD Labuan Bajo. Proses evakuasi medis dilakukan menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS N3+ HR-3604 untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Penyisiran di Sejumlah Wilayah
Selain evakuasi medis, Tim SAR Gabungan juga melanjutkan penyisiran di sejumlah lokasi yang terdampak gempa Flores. Di Kabupaten Manggarai Timur, tim melakukan penyisiran terhadap bangunan runtuh di sekitar Kampung Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda. Dari hasil pencarian tersebut, tidak ditemukan korban di lokasi bangunan runtuh.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan di wilayah Manggarai melakukan penyisiran di sekitar Kecamatan Reo. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan korban Gempa Flores maupun permintaan medical evacuation (medevac). Penyisiran juga dilakukan di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Tim melakukan pencarian sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Hingga laporan terakhir, tidak ditemukan korban maupun permintaan medevac.
Di Kabupaten Nagekeo, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan penyisiran dari desa ke desa. Hasil sementara juga nihil korban maupun permintaan evakuasi medis. Dukungan terhadap penanganan korban gempa juga terus diperkuat. Helikopter Dauphin Basarnas bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju Kecamatan Pota.
Penerbangan tersebut dilakukan untuk menggeser lima tenaga kesehatan (nakes) beserta logistik kesehatan dari Tim Kementerian Kesehatan ke wilayah yang membutuhkan dukungan penanganan medis. Penguatan tenaga kesehatan dan distribusi logistik menjadi bagian penting dalam operasi tanggap darurat, terutama untuk menjangkau wilayah yang terdampak dan memiliki akses transportasi terbatas.
Data Sementara Korban Gempa Flores

Berdasarkan pendataan sementara unsur SAR per 19 Agustus 2026 pukul 18.00 Wita, jumlah korban meninggal dunia dan korban luka tersebar di tujuh kabupaten di Flores. Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat 24 orang meninggal dunia, 198 orang mengalami luka berat, dan 421 orang mengalami luka ringan.
Di Kabupaten Sikka, tercatat 5 orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka berat, dan 22 orang mengalami luka ringan. Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, data sementara mencatat 2 orang meninggal dunia, 2 orang mengalami luka berat, dan 4 orang mengalami luka ringan.
Untuk wilayah Kabupaten Manggarai – Reo/Reok, tercatat 27 orang meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat, dan 104 orang mengalami luka ringan. Di Kabupaten Nagekeo, terdapat 11 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 9 orang mengalami luka ringan. Kemudian di Kabupaten Ngada, tercatat 2 orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka berat, dan 19 orang mengalami luka ringan.
Sedangkan di Kabupaten Ende, tercatat 2 orang meninggal dunia, 5 orang mengalami luka berat, dan 67 orang mengalami luka ringan. Secara keseluruhan, rekapitulasi sementara mencatat 73 orang meninggal dunia dan 931 orang mengalami luka-luka atau luka berat, sehingga total korban terdampak yang tercatat dalam kategori tersebut mencapai 1.004 orang.
Data Masih Diverifikasi
Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa data korban tersebut masih bersifat sementara. Pendataan terus dilakukan seiring dengan proses pencarian, penyisiran, evakuasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak.
Karena operasi masih berlangsung, jumlah korban maupun kondisi korban dapat mengalami perubahan setelah dilakukan verifikasi dan konsolidasi data di lapangan.
Operasi SAR gempa Flores hingga kini masih difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, evakuasi medis, penyisiran bangunan maupun permukiman terdampak, serta penguatan dukungan kesehatan dan logistik bagi masyarakat terdampak.





