Politeknik Negeri Jakarta Tingkatkan Keterampilan Karang Taruna Kukusan Kelola Event Berkelanjutan

Politeknik Negeri Jakarta Latih Karang Taruna Kelola Event

BicaraPlus – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memperkuat kapasitas pemuda melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang memberikan pelatihan penyelenggaraan event kepada Karang Taruna Kelurahan Kukusan, Depok, Jawa Barat.

Program bertajuk “Pengembangan Keterampilan Penyelenggaraan Event bagi Karang Taruna untuk Mendukung Kegiatan Komunitas yang Berkelanjutan di Kelurahan Kukusan” tersebut digelar pada Sabtu, 5 September 2026, di Kantor Kelurahan Kukusan.

Perkuat Kapasitas Pemuda dalam Mengelola Event

Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya aktivitas kepemudaan Karang Taruna Kelurahan Kukusan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Namun, berdasarkan observasi dan diskusi dengan mitra, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan event, mulai dari perencanaan, pengelolaan kepanitiaan, promosi hingga evaluasi kegiatan.

Ketua Pelaksana PkM Politeknik Negeri Jakarta, Meisa Sofia, S.Tr., M.Par., mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan kemampuan praktis kepada anggota Karang Taruna agar mampu mengelola event secara lebih terstruktur. “Karang Taruna memiliki potensi yang besar sebagai penggerak kegiatan di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal yang praktis agar teman-teman Karang Taruna tidak hanya mampu melaksanakan kegiatan, tetapi juga memahami bagaimana sebuah event direncanakan, dikelola, dipromosikan, dan dievaluasi secara sistematis,” ujar Meisa Sofia.

Belajar dari Perencanaan hingga Evaluasi Event

WhatsApp Image 2026 10 02 at 07.04.34

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan. Materinya mencakup penyusunan konsep event, proposal kegiatan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), timeline kegiatan, pembagian tugas kepanitiaan, manajemen pelaksanaan event hingga pemanfaatan media digital untuk promosi.

Metode yang digunakan adalah experiential learning atau pembelajaran berbasis praktik. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan tahapan penyelenggaraan event melalui diskusi, studi kasus, penyusunan dokumen dan simulasi.

Politeknik Negeri Jakarta juga memperkenalkan sejumlah teknologi sederhana yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan kegiatan. Tim PkM menyediakan template digital, antara lain format proposal, RAB dan evaluasi kegiatan yang dapat digunakan kembali oleh Karang Taruna dalam penyelenggaraan event berikutnya.

Kelurahan Kukusan Dorong Pemuda Lebih Terampil

Lurah Kukusan, Kholifah, S.H., menyambut baik pelaksanaan program yang melibatkan Karang Taruna sebagai mitra masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas pemuda penting untuk mendukung kegiatan masyarakat yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. “Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada para pemuda, khususnya Karang Taruna, untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola kegiatan. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk satu kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kelurahan Kukusan secara berkelanjutan,” ungkap Kholifah.

Salah satu keluaran penting dari program ini adalah modul pelatihan penyelenggaraan event untuk organisasi masyarakat. Modul tersebut dirancang sebagai panduan praktis yang dapat digunakan Karang Taruna secara berkelanjutan.

Materinya meliputi konsep dasar event, tahapan perencanaan, penyusunan proposal dan anggaran, timeline, manajemen tim, promosi digital, evaluasi hingga pelaporan kegiatan. Modul dikemas dalam format booklet yang sederhana, komunikatif dan aplikatif.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Karang Taruna

Ketua Karang Taruna Kecamatan Beji, Tommy Bagus Setiadi, turut mengapresiasi kolaborasi antara Politeknik Negeri Jakarta dan organisasi kepemudaan tersebut. Menurutnya, kemampuan mengelola event tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan acara, tetapi juga mencakup kemampuan merencanakan kegiatan, membangun tim, mengelola anggaran, berkomunikasi serta melakukan evaluasi.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kapasitas organisasi masyarakat, khususnya pemuda di tingkat kelurahan dan kecamatan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Politeknik Negeri Jakarta berharap peningkatan kompetensi pemuda dalam penyelenggaraan event dapat menjadi bagian dari penguatan keberlanjutan kegiatan komunitas.

Kemampuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat, memperkuat interaksi sosial dan solidaritas komunitas, serta membuka peluang pengembangan kegiatan berbasis ekonomi kreatif di tingkat masyarakat.

Program PkM Politeknik Negeri Jakarta bersama Karang Taruna Kukusan tersebut juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Bagikan