Indonesia–Tiongkok Resmikan Pusat Animasi & Game di Shanghai, Era Baru Kolaborasi Digital Dimulai

WhatsApp Image 2026 04 26 at 21.55.50

BicaraPlus – Langkah strategis Indonesia memperkuat ekonomi kreatif global resmi dimulai. Peresmian pusat riset animasi dan game bersama di Shanghai membuka peluang besar bagi talenta, industri, dan pengembangan IP berbasis budaya.

Indonesia dan Tiongkok resmi memperkuat kerja sama budaya digital melalui peresmian Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia pada Sabtu (25/04) di Shanghai. Peresmian dilakukan oleh Fadli Zon sebagai langkah strategis dalam mendorong kolaborasi lintas negara di sektor animasi, video game, dan pengembangan intellectual property (IP) berbasis budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kreatif global yang terus berkembang pesat. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada produksi konten, tetapi juga pada penguatan riset, inovasi, dan pengembangan talenta digital yang kompetitif.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Prof. Bambang Wibawarta, Direktur Jenderal DPKSK Kemenbud RI Endah Retnoastuti, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, serta Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri kreatif.

Pusat riset ini diharapkan menjadi hub kolaborasi strategis dalam menciptakan ekosistem animasi dan game yang terintegrasi, mulai dari riset, produksi, hingga komersialisasi. Fokus kerja sama mencakup pengembangan IP berbasis budaya lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang digital kreatif, serta kolaborasi industri yang mampu menjawab kebutuhan pasar global.

Selain itu, kehadiran pusat ini juga membuka peluang bagi kreator Indonesia untuk menembus pasar internasional dengan karya yang mengangkat identitas budaya nasional. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui medium digital yang semakin dominan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital di sektor budaya bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memenangkan persaingan global di industri kreatif masa depan.

Bagikan