Diplomasi DPD RI Naik Level, Bidik Kerja Sama Global dan Investasi Besar

WhatsApp Image 2026 04 24 at 20.01.22

BicaraPlus – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia terus mendorong penguatan diplomasi parlemen sebagai strategi utama memperluas kerja sama global sekaligus menarik investasi besar yang berdampak langsung bagi daerah.

Langkah ini ditegaskan melalui peran aktif Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI dalam Sidang Paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Diplomasi parlemen kini diposisikan bukan sekadar agenda formal, tetapi sebagai instrumen strategis untuk menghasilkan kerja sama konkret di bidang perdagangan, investasi, dan pembangunan daerah.

Wakil Ketua II BKSP DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, menegaskan bahwa setiap agenda internasional harus menghasilkan dampak nyata. Menurutnya, diplomasi parlemen harus berorientasi pada hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah. “Diplomasi parlemen harus menghasilkan output yang jelas, bukan sekadar pertemuan. Kami mendorong agar setiap kerja sama memiliki dampak langsung bagi daerah,” ujar Mirah.

Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui pertemuan dengan Inter-Parliamentary Group Senat Uzbekistan pada 17 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral, termasuk peningkatan perdagangan dan percepatan penyusunan nota kesepahaman yang berpotensi membuka peluang investasi baru.

Selain itu, BKSP juga berperan aktif dalam mendampingi pimpinan DPD RI dalam komunikasi strategis dengan perwakilan Federasi Rusia pada awal April 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama global sekaligus memperluas jaringan diplomasi ekonomi.

Dari perspektif global, Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kerja sama internasional harus mampu menjangkau hingga tingkat daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Kolaborasi harus menjangkau seluruh tingkat pemerintahan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

BKSP DPD RI memandang bahwa sinergi antara diplomasi parlemen dan agenda pembangunan berkelanjutan dapat menjadi kekuatan strategis Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompetitif. Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

Dengan strategi diplomasi yang semakin terarah, DPD RI tidak hanya menargetkan perluasan pengaruh global, tetapi juga memastikan setiap kerja sama internasional berujung pada investasi nyata, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Bagikan