Film Jalan Pulang Rayakan Kebaya sebagai Warisan Budaya Lintas Generasi

Film Jalan Pulang Rayakan Kebaya sebagai Warisan Budaya Lintas Generasi

BicaraPlus – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan karya yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui film pendek Jalan Pulang. Film ini mengajak masyarakat melihat kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi sebagai warisan budaya yang menyimpan sejarah, nilai, serta kisah keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi. Film tersebut telah tayang di kanal YouTube Indonesia Kaya sejak 24 Juli 2026.

Jalan Pulang menjadi kelanjutan dari kampanye pelestarian kebaya yang sebelumnya diwujudkan melalui Kebaya Kala Kini pada 2024 dan #KitaBerkebaya pada 2025. Kali ini, Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan pendekatan yang lebih personal dengan mengangkat hubungan emosional antara kebaya, keluarga, dan identitas budaya.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan. Menurutnya, kebaya tidak hanya dikenakan sebagai pakaian, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, nilai, dan perjalanan hidup yang membentuk identitas seseorang.

Jalan Pulang Kisah Pencarian Makna Kebaya

Film ini mengisahkan Dara, seorang creative director muda yang mendapat kesempatan melakukan rebranding rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati. Ketika ide-ide modern yang ia tawarkan ditolak, Dara mulai mempertanyakan pemahamannya tentang kebaya.

Perjalanan itu membawanya kembali ke rumah sang ibu. Di antara tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan, Dara menemukan kembali kenangan masa kecil, kasih sayang keluarga, serta jejak kehidupan yang mengubah cara pandangnya terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas dan warisan keluarga.

Kebaya Menjadi Penghubung Antargenerasi

Peluncuran Film Pendek JALAN PULANG Dalam Rangka Rayakan Hari Kebaya Nasional 2026 Foto 6

Disutradarai Bramsky, Jalan Pulang menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini memperlihatkan bahwa kebaya tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga saksi perjalanan hidup yang menyimpan memori tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang.

Melalui pendekatan yang emosional, film ini mengajak penonton menemukan makna kebaya melalui hubungan antargenerasi, bukan sekadar melalui sejarah yang diceritakan secara harfiah.

Film Jalan Pulang dibintangi Sheila Dara Aisha sebagai Dara, Widyawati, Asri Welas sebagai Madame Yati, dan Sharon Sitania. Di balik layar, film ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah pekerja seni Indonesia, mulai dari penulis naskah Widya Arifianti dan Ayesha Alma Almera, penata artistik Dita Gambiro, penata suara Anhar Moha, komposer Ofel Obaja, hingga Hagai Pakan sebagai penata busana.

Melalui Jalan Pulang, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin menyadari bahwa kebaya merupakan warisan budaya yang akan terus hidup apabila dikenakan, dirawat, dan kisahnya diteruskan kepada generasi berikutnya.

Film ini sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya tersimpan di museum atau buku sejarah, tetapi juga hidup dalam keseharian melalui cerita keluarga yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagikan