
BicaraPlus – Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Ferdiansyah (29), nahkoda speed boat yang belum ditemukan setelah kapal yang ditumpanginya dilaporkan hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Memasuki hari ketiga operasi, Minggu (26/7/2026), Basarnas memperluas area pencarian dengan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) serta sejumlah unsur pendukung.
Sebelumnya, 12 penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, termasuk wisatawan mancanegara asal Belgia, Belanda, Jerman, Prancis, dan Republik Ceko. Seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara pencarian kini difokuskan pada nahkoda yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Berawal dari Laporan Speed Boat Hilang Kontak
Operasi pencarian bermula setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo menerima laporan dari seorang pemandu wisata bernama Mimin pada Jumat (24/7/2026) pukul 15.40 WITA. Laporan tersebut menyebutkan sebuah speed boat yang berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa belum tiba sesuai jadwal.
Berdasarkan informasi yang diterima, speed boat berangkat sekitar pukul 07.30 WITA dengan membawa 13 orang, terdiri atas 11 wisatawan mancanegara dan dua awak kapal. Kapal diperkirakan tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 WITA, namun hingga pukul 15.00 WITA tidak ada komunikasi maupun informasi mengenai keberadaannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Gorontalo langsung mengerahkan Tim SAR Gabungan ke lokasi yang diperkirakan berada di sekitar koordinat 0°08’42.79″ LU – 121°48’15.46″ BT, sekitar 20,23 nautical mile ke arah barat daya Pantai Pohon Cinta.
Dua Belas Korban Ditemukan Selamat
Upaya pencarian membuahkan hasil pada Sabtu (25/7/2026). Tim SAR Gabungan yang melakukan penyisiran menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort berhasil menemukan 12 korban dalam keadaan selamat di koordinat 0°04’18.77″ LU – 121°31’32.95″ BT.
Para korban kemudian dievakuasi menuju Sanctum Resort Tojo Una-Una untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah proses evakuasi selesai, tim kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan, namun Ferdiansyah yang merupakan nahkoda speed boat belum berhasil ditemukan.
Korban selamat terdiri atas wisatawan asing asal Belgia, Belanda, Jerman, Prancis, dan Republik Ceko. Sebagian korban dievakuasi menggunakan KN SAR Bhisma menuju Pelabuhan Ampana, sementara beberapa lainnya masih berada di Tojo Una-Una untuk menjalani observasi.
Basarnas Perluas Pencarian pada Hari Ketiga

Memasuki hari ketiga operasi, Basarnas mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian. SRU 1 menggunakan RIB 03 Gorontalo bertolak dari Dermaga Pantai Pohon Cinta menuju sektor pencarian berdasarkan analisis pergerakan korban.
SRU 2 menggunakan KN SAR Bhisma menuju Tojo Una-Una untuk mengevakuasi wisatawan asing yang telah ditemukan selamat. Setelah proses evakuasi, kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Ampana sambil melakukan pencarian di sepanjang rute pelayaran. Sementara itu, SRU 3 menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort melakukan penyisiran pada area pencarian seluas sekitar 206 nautical mile persegi.
Operasi SAR melibatkan personel dari Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bhisma, Polairud Marisa, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort.
Gelombang Tinggi Jadi Tantangan Tim SAR
Proses pencarian masih menghadapi kendala berupa gelombang tinggi dan angin kencang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di sekitar lokasi pencarian terpantau cerah. Namun tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin 15–20 knot.
Kondisi tersebut membuat seluruh unsur SAR harus menyesuaikan pola pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas operasi di lapangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan seluruh potensi SAR terus dioptimalkan untuk menemukan korban yang masih hilang. “Fokus operasi hari ini adalah menemukan satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Ferdiansyah selaku nahkoda speed boat. Kami mengoptimalkan seluruh personel maupun alat utama yang tersedia dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga operasi SAR dapat diselesaikan secepatnya,” kata Heriyanto.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung.
Heriyanto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengatasnamakan Basarnas untuk meminta bantuan dana. “Basarnas tidak pernah meminta sumbangan ataupun membebankan biaya kepada korban maupun keluarga korban dalam setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,” tegasnya.
Hingga Minggu (26/7/2026), operasi pencarian terhadap Ferdiansyah masih terus berlangsung. Basarnas memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru sesuai hasil operasi di lapangan.





