Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3% di Awal 2026, Sinyal Kuat Pemulihan Ekspor Sumbar

Ilustrasi Kegiatan bongkar muat di IPC TPK Area Teluk Bayur

BicaraPlus – Arus peti kemas di Terminal Petikemas Teluk Bayur mencatatkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun ini. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melaporkan throughput mencapai 27.188 TEUs sepanjang Januari hingga Maret 2026, meningkat dibandingkan 25.814 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan sebesar 5,3% ini menjadi sinyal positif bagi sektor logistik dan perdagangan di wilayah Sumatera Barat. Aktivitas ekspor yang semakin meningkat turut mendorong pertumbuhan arus barang melalui pelabuhan.

Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan pelabuhan. “Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan volume petikemas yang cukup signifikan. Kami terus memastikan layanan terminal berjalan optimal guna menjaga kelancaran distribusi barang,” ujarnya.

Lonjakan throughput ini didorong oleh peningkatan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Komoditas gambier dan palm fatty mencatatkan kenaikan lebih dari 100%, sementara karet tumbuh 6,18% dan pakan ternak meningkat 2,34%. Sebagai salah satu pelabuhan strategis di wilayah barat Indonesia, Pelabuhan Teluk Bayur terus memperkuat perannya sebagai simpul distribusi logistik. IPC TPK juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa, guna menjaga stabilitas operasional.

Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat turut memperkuat tren tersebut. Pada Januari–Februari 2026, nilai ekspor Sumatera Barat tumbuh 42,94%, sementara impor melonjak 110,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan utama ekspor meliputi India, Pakistan, dan Tiongkok, sementara impor didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Kanada.

Dengan capaian ini, Teluk Bayur semakin menegaskan posisinya sebagai gerbang utama perdagangan dan distribusi logistik di kawasan barat Indonesia. “Perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui peningkatan kapasitas layanan dan kolaborasi yang lebih erat dengan para stakeholder,” tutup Daniel.

Bagikan