Workshop Gelung Nusantara, Angkat Identitas Perempuan

Polyworking 28

BicaraPlus – Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan program edukatif bertajuk Mengenal Gelung Nusantara sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia. Gelung atau sanggul bukan sekadar tatanan rambut tradisional, melainkan simbol identitas perempuan yang memiliki nilai filosofi berbeda di setiap daerah. Melalui workshop ini, masyarakat diajak memahami bahwa gelung tetap relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan modern, sekaligus menjadi bentuk kebanggaan terhadap budaya bangsa.

Program ini dirancang dalam dua kategori, yaitu kelas profesional dan kelas umum, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan. Kelas profesional ditujukan bagi penata rias dan rambut yang ingin memperdalam pakem gelung dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua. Sementara itu, kelas umum terbuka bagi masyarakat luas yang ingin mempelajari teknik dasar gelung untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara khusus. Pendekatan ini menjadikan gelung tidak lagi dipandang rumit atau eksklusif, tetapi sebagai keterampilan praktis yang bisa dipelajari oleh siapa saja.

Workshop yang berlangsung pada 20–23 April 2026 ini dipandu oleh Mas Yudin, seorang penata rias senior dengan pengalaman lebih dari empat dekade di industri kecantikan Indonesia. Kehadirannya memberikan perspektif bahwa gelung Nusantara terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisi. Ia juga menilai bahwa minat generasi muda terhadap gelung masih sangat besar, terbukti dari antusiasme peserta lintas usia yang mengikuti kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa gelung tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan selama ada regenerasi dan ruang belajar yang berkelanjutan.

Melalui program ini, Galeri Indonesia Kaya tidak hanya menghadirkan ruang edukasi, tetapi juga mendorong perempuan Indonesia untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan identitas budayanya. Dengan konsep pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, workshop ini menjadi strategi pelestarian budaya yang relevan di tengah perkembangan zaman. Komitmen ini sejalan dengan peran Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang publik berbasis digital yang secara konsisten menghadirkan program inspiratif untuk memperkuat apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Bagikan