UKW Kaltim Didukung SKK Migas-KKKS, 58 Wartawan Tingkatkan Kompetensi Jurnalistik

UKW Kaltim Didukung SKK Migas-KKKS, 58 Wartawan Tingkatkan Kompetensi Jurnalistik

BicaraPlus – SKK Migas dukung Sebanyak 58 wartawan dari berbagai media lokal dan perwakilan media nasional di Samarinda mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Kalimantan Timur yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur pada 8–10 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda tersebut mendapat dukungan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kalimantan Timur.

Dukungan SKK Migas tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan, sekaligus memperkuat pemahaman media terhadap berbagai isu strategis, termasuk perkembangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Kalimantan Timur.

UKW yang di dukung oleh SKK Migas

tidak hanya menjadi sarana untuk menguji kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas wartawan dalam menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, sesuai kode etik, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kompetensi Wartawan Jadi Kunci Kualitas Informasi Publik

Dalam pelaksanaannya, UKW Kaltim diikuti oleh peserta kategori wartawan muda dan wartawan madya. Masing-masing jenjang mendapatkan materi dan pengujian yang disesuaikan dengan tingkat kompetensinya.

Untuk kategori wartawan madya, materi mencakup pemahaman dan penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hukum dan peraturan terkait pers, identifikasi serta koordinasi liputan dan pemberitaan.

Peserta juga diuji dalam kemampuan merencanakan pemberitaan pada platform digital, menulis feature, merencanakan liputan investigasi, menyunting berita, hingga melakukan analisis liputan acara terjadwal.

Sementara itu, wartawan muda mendapatkan pembekalan mengenai penerapan Kode Etik Jurnalistik, hukum dan peraturan pers, perencanaan liputan, pemahaman terhadap cara kerja platform digital, membangun jejaring, mencari bahan liputan, melakukan wawancara konferensi pers maupun doorstop, membuat berita hingga menyunting berita secara mandiri.

Materi tersebut menunjukkan bahwa tantangan wartawan saat ini tidak lagi sebatas kemampuan menulis berita. Transformasi media digital menuntut wartawan memiliki kemampuan yang lebih luas, mulai dari memahami karakter platform digital, melakukan verifikasi informasi, membangun jejaring, hingga menghasilkan berita yang tetap memenuhi standar jurnalistik.

Perkuat Pemahaman Wartawan terhadap Industri Hulu Migas

Dukungan SKK Migas dan KKKS terhadap kegiatan UKW juga memiliki nilai strategis karena sektor hulu migas merupakan salah satu industri penting yang memiliki keterkaitan dengan perekonomian dan pembangunan daerah.

Wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai industri hulu migas kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi jurnalistik perlu berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman terhadap substansi sektor yang diberitakan.

Wartawan yang memiliki kompetensi dan pemahaman isu yang memadai diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan mengenai industri hulu migas secara lebih akurat, berimbang, kontekstual, dan mudah dipahami masyarakat.

Sinergi antara SKK Migas, KKKS dan media lokal juga menjadi penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Media dapat menjalankan fungsi kontrol sekaligus menjadi jembatan informasi antara industri, pemerintah dan masyarakat.

58 Wartawan Ikuti UKW Kaltim

Tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu indikator kebutuhan terhadap peningkatan kompetensi wartawan di daerah.

Tercatat sebanyak 58 wartawan dari berbagai media lokal serta perwakilan atau kontributor media nasional di Samarinda mengikuti UKW Kaltim.

Keberadaan UKW diharapkan dapat mendorong semakin banyak wartawan untuk memenuhi standar kompetensi profesi sehingga kualitas pemberitaan di Kalimantan Timur semakin baik.

Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan wartawan yang kompeten menjadi semakin penting. Informasi yang cepat harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi, kepatuhan terhadap kode etik, serta tanggung jawab terhadap kepentingan publik.

Melalui UKW Kaltim, peningkatan kualitas sumber daya manusia pers diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Di sisi lain, dukungan SKK Migas dan KKKS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi industri hulu migas dengan media, khususnya dalam membangun ekosistem informasi yang profesional dan bertanggung jawab di Kalimantan Timur.

Bagikan