Rêmên by Sylviana Putri Hadirkan Warisan Budaya Indonesia dalam Desain Modern

Rêmên by Sylviana Putri Hadirkan Warisan Budaya Indonesia dalam Desain Modern

BicaraPlus – Rêmên by Sylviana Putri menjadi salah satu brand lokal yang mulai menarik perhatian industri desain dan interior karena berhasil menggabungkan nilai budaya Indonesia dengan pendekatan desain modern. Melalui peluncuran koleksi terbarunya bertajuk “ROH” dan “Laras” di Jakarta pada 22 Februari 2025, Rêmên menunjukkan bahwa produk berbasis heritage Indonesia dapat tampil relevan dan memiliki daya saing di pasar internasional.

Didirikan oleh Sylviana Putri, alumni LPDP, Rêmên lahir dari keinginan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui medium desain. Tidak hanya menghadirkan produk fungsional, brand ini juga menempatkan filosofi, storytelling, dan nilai artistik sebagai inti dari setiap karya yang dihasilkan.

Rêmên by Sylviana Putri Membawa Filosofi Budaya ke Dalam Desain

260422 0043 edited scaled
Doc. Foto Masaya Omura

Bagi Sylviana Putri, storytelling bukan sekadar strategi branding. Ia percaya bahwa sebuah desain harus memiliki cerita dan makna yang kuat agar dapat membangun koneksi emosional dengan konsumen.

“Ketika mendesain, kami selalu menempatkan filosofi sebagai inti dari produk tersebut. Jadi produk yang dihasilkan bukan hanya sekadar lampu atau dekorasi, tetapi juga membawa nilai budaya Indonesia,” ujar Sylvi. Konsep tersebut terlihat jelas dalam dua koleksi terbaru Rêmên, yaitu “ROH”, “Laras” dan “Jati”, yang sama-sama terinspirasi dari sejarah, budaya, dan legenda Nusantara.

Lampu meja “ROH” terinspirasi dari penemuan ribuan Chinese real coin di Jawa Tengah yang ditemukan di antara dua pohon besar berdiameter setengah meter. Meski berasal dari budaya Tiongkok, keberadaan koin tersebut menunjukkan adanya akulturasi budaya yang telah lama melekat di Indonesia. Dari situ, Rémén melihat adanya dualisme makna yang menarik.

Bagi masyarakat yang masih hidup, koin sering dianggap membawa kesialan. Namun bagi arwah orang yang telah meninggal, koin dipercaya menjadi bekal penting menuju kehidupan setelah kematian.

Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi desain lampu artistik dengan sentuhan manual gold glass yang merepresentasikan entitas ancient spirit secara modern dan elegan.

Selain “ROH”, Rémén juga memperkenalkan koleksi “Laras” yang mengangkat kisah legenda Surabaya melalui simbol Sura dan Baya.

Sura sebagai penguasa laut dan Baya sebagai penguasa daratan diterjemahkan ke dalam karya display artistik menyerupai papan catur. Konsep harmoni dan keseimbangan menjadi pesan utama dalam karya tersebut.

Melalui pendekatan ini, Rêmên ingin menunjukkan bahwa budaya lokal Indonesia memiliki kekayaan cerita yang dapat diolah menjadi karya desain berkelas internasional.

Lampu Jati dan Interpretasi Modern tentang Persepsi Manusia

260422 0048 edited scaled
Doc. Foto Masaya Omura

Koleksi “Jati” menjadi salah satu karya terbaru Rêmên yang mengeksplorasi gagasan tentang persepsi manusia. Pada pandangan pertama, struktur luar lampu membangun sebuah citra tertentu, sementara cahaya di dalamnya mengungkap dimensi lain yang tersembunyi.

Perbedaan tersebut bukanlah sebuah pertentangan, melainkan kesatuan yang saling melengkapi. Elemen luar dan dalam pada Lampu Jati bekerja bersama untuk merepresentasikan kompleksitas karakter manusia, bahwa setiap individu memiliki lebih dari satu sisi dan seluruh sisi tersebut membentuk identitas yang utuh.

Sebagai brand yang merayakan kekayaan warisan budaya Indonesia, Rêmên juga mereinterpretasikan ukiran tradisional melalui pendekatan modern. Inspirasi mengenai persepsi dan citra manusia diolah menjadi desain kontemporer tanpa menghilangkan esensi seni memahat yang menjadi bagian penting dari budaya Nusantara.

Sentuhan tersebut terlihat dalam setiap lekuk dudukan Lampu Jati yang memadukan elemen ukiran kayu dengan material kain modern, menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas dalam satu karakter desain yang utuh.

Anak Muda Mulai Tertarik dengan Produk Heritage Modern

Respons pasar terhadap produk Rêmên juga cukup positif, terutama dari kalangan muda. Saat peluncuran koleksi terbaru “Jati”, banyak pengunjung muda yang tertarik melihat bagaimana ukiran kayu sebagai unsur heritage dapat hadir dalam tampilan modern.“Anak-anak muda ternyata senang melihat ukiran kayu bisa tampil modern dengan perpaduan kain sehingga tidak lagi terlihat terlalu klasik,” jelas Sylvi.

Hal ini menjadi sinyal bahwa produk berbasis budaya lokal masih memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama ketika dikemas dengan pendekatan desain yang lebih kontemporer.

Tantangan Brand Lokal Berbasis Heritage Menuju Pasar Global

Meski memiliki visi besar, perjalanan membangun brand berbasis budaya bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Rêmên adalah craftsmanship.

Menurut Sylvi, tidak mudah menemukan craftsmen lokal yang memiliki semangat eksplorasi dan keberanian mencoba desain baru. Banyak perajin masih nyaman mengerjakan model-model yang sudah familiar dibanding mengeksplorasi ide baru.

Padahal, inovasi menjadi faktor penting agar produk heritage Indonesia dapat diterima oleh pasar internasional.

Ke depan, Rêmên memiliki target untuk mengikuti berbagai pameran internasional di Eropa dan Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan agar brand Indonesia dapat semakin dikenal di kancah global.

Optimisme tersebut muncul setelah karya Rêmên mendapatkan perhatian media internasional usai memenangkan LIT Awards. Beberapa media desain dari Jerman, Hungaria, hingga Denmark diketahui memberikan feature khusus terhadap karya-karya Rêmên.

Bagi Sylvi, perhatian dari media Eropa menunjukkan bahwa desain Indonesia memiliki taste dan kualitas yang mampu diterima pasar global.

Membawa Nama Indonesia Lewat Produk Desain

Lebih dari sekadar brand produk interior, Rêmên ingin menjadi jembatan agar dunia dapat mengenal Indonesia lebih dalam melalui karya desain.

“Harapannya produk Indonesia tidak lagi dipandang sebagai produk dari third world country. Kami ingin orang mengenal Indonesia melalui karya-karya Rêmên,” tutup Sylvi.

Dengan perpaduan antara seni, budaya, dan desain modern, Rêmên menjadi contoh bagaimana brand lokal Indonesia mampu menghadirkan identitas budaya dalam format yang relevan bagi pasar dunia.

Bagikan