PT Akses Pelabuhan Indonesia Siapkan Penataan Lingkungan Kampung Pelindo di Bekasi, Dorong ESG dan Kampung Berkelanjutan

PT Akses Pelabuhan Indonesia Siapkan Penataan Lingkungan Kampung Pelindo di Bekasi

BicaraPlus – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan pembangunan berkelanjutan, PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) memperkuat komitmennya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut diwujudkan melalui penataan lingkungan Kampung Pelindo di Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Langkah awal program dilakukan dengan peninjauan lokasi bersama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP Tollways) pada 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi program yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026.

Inisiatif tersebut tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana BUMN mulai mengintegrasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) ke dalam program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

PT Akses Pelabuhan Indonesia Petakan Lokasi Penataan Lingkungan

Dalam kunjungan tersebut, tim PT Akses Pelabuhan Indonesia mengunjungi Kantor Desa Srijaya dan berdiskusi dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Srijaya.

Pertemuan membahas mekanisme pelaksanaan program sekaligus memetakan kawasan yang akan menjadi fokus penataan lingkungan. Langkah ini dinilai penting agar program dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat jangka panjang.

Program TJSL ini dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui beberapa kegiatan utama, antara lain:

  • Penataan kawasan permukiman.
  • Pengelolaan sampah yang lebih tertib.
  • Penghijauan lingkungan.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan.
  • Penguatan budaya gotong royong.

Konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan sekaligus mendukung target pengurangan emisi dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Penataan Kampung Pelindo Diharapkan Menjadi Gerakan Bersama

WhatsApp Image 2026 06 25 at 16.40.21 1

Plt. Manager Sekretaris Perusahaan PT Akses Pelabuhan Indonesia, Zahra Meutia, mengatakan peninjauan langsung menjadi langkah penting agar pelaksanaan program benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. “Dengan melakukan peninjauan secara langsung dan berdialog dengan perangkat desa, kami harap program ini dapat tepat sasaran serta menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata,” ujarnya.

Menurut Zahra, keberhasilan program tidak hanya diukur dari perubahan fisik kawasan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Pelaksanaan Program TJSL Penataan Lingkungan Kampung Pelindo juga akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, PT Akses Pelabuhan Indonesia ingin menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan, pekerja, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Indonesia. Selain penataan lingkungan, program juga akan menghadirkan Lomba Penataan Lingkungan Kampung Pelindo yang bertujuan mendorong kreativitas warga dalam menciptakan kawasan yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman untuk ditinggali.

ESG Menjadi Fokus Baru Program TJSL BUMN

Seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, banyak perusahaan BUMN mulai mengarahkan program TJSL agar memiliki dampak sosial dan lingkungan yang lebih terukur.

Program seperti yang dijalankan PT Akses Pelabuhan Indonesia menjadi contoh bagaimana investasi sosial perusahaan tidak lagi sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Melalui pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pelibatan masyarakat, program tersebut mendukung pencapaian berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), termasuk kota dan permukiman yang berkelanjutan, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan dalam pembangunan.

Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, perusahaan berharap keberlanjutan program tetap terjaga meskipun kegiatan TJSL telah selesai dilaksanakan.

Ke depan, PT Akses Pelabuhan Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai program yang tidak hanya mendukung aktivitas bisnis pelabuhan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan.

Bagikan