
BicaraPlus – PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API), anak perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) yang berada di bawah Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Melalui kolaborasi bersama PSL Group, PT API mengembangkan Program Budidaya Ikan Nila di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Program yang dijalankan sejak awal Juli 2026 ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.
Salah satu tonggak penting dari program tersebut adalah panen perdana ikan nila, yang menjadi indikator awal keberhasilan pendampingan sekaligus momentum evaluasi pengembangan program ke depan.
Pendampingan Jadi Kunci Keberhasilan
Berbeda dengan program bantuan yang bersifat jangka pendek, inisiatif TJSL PT API menitikberatkan pada peningkatan kompetensi kelompok pembudidaya. Para petani ikan mendapatkan berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pelatihan teknik budidaya, pengelolaan kolam, hingga penerapan praktik budidaya yang lebih efektif agar hasil panen meningkat dan usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional sehingga memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.
Panen Perdana Jadi Momentum Evaluasi
Panen perdana yang dilaksanakan di Desa Srimahi menjadi bagian penting dari implementasi program TJSL. Selain memanen hasil budidaya, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas pendampingan yang telah diberikan kepada kelompok pembudidaya ikan nila.
Melalui evaluasi tersebut, perusahaan bersama masyarakat dapat mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan sehingga program mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat sekitar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT API, Juli Tarigan, menegaskan bahwa program TJSL perusahaan dirancang untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. “Program TJSL tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Srimahi,” ujar Juli Tarigan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang setelah program berjalan.
Sejalan dengan Prinsip ESG dan Pembangunan Berkelanjutan

Program budidaya nila ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diterapkan oleh Pelindo Group.
Melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, perusahaan berupaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Budidaya ikan nila dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi, kebutuhan pasar yang stabil, serta mampu menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat di wilayah Tambun Utara.
Komitmen Berkelanjutan Bersama PSL Group
PT API menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan PSL Group dalam menghadirkan berbagai program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan berharap dapat memberikan dampak nyata di bidang sosial, ekonomi, maupun lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program seperti budidaya ikan nila di Desa Srimahi diharapkan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





