Xiaomi Pamer Ekosistem AI di IFA 2026, Xiaomi Auto Siap Masuk Eropa 2027

Xiaomi Pamer Ekosistem AI di IFA 2026, Xiaomi Auto Siap Masuk Eropa 2027

BicaraPlus – Xiaomi memperlihatkan ambisi besarnya untuk mengubah cara konsumen berinteraksi dengan teknologi melalui ekosistem pintar “Human × Car × Home” di ajang IFA 2026 Berlin. Tak lagi hanya mengandalkan smartphone, perusahaan teknologi asal China ini mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke perangkat pribadi, rumah pintar hingga kendaraan listrik.

Kehadiran Xiaomi di IFA 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam ekspansi global perusahaan. Xiaomi membangun area pameran mandiri seluas lebih dari 3.300 meter persegi, terbesar yang pernah dibuat perusahaan di luar negeri, dengan menampilkan lebih dari 380 produk dan teknologi.

Dalam pameran IFA 2026 , Xiaomi tidak hanya memperkenalkan perangkat baru. Perusahaan juga menunjukkan bagaimana AI dapat menghubungkan berbagai perangkat dalam satu ekosistem sehingga teknologi dapat bekerja secara lebih otomatis berdasarkan konteks dan kebutuhan pengguna.

Dari Smartphone ke Mobil dan Rumah

Chief Marketing Officer Xiaomi, Xu Fei, mengatakan perjalanan Xiaomi telah berkembang jauh dari bisnis smartphone. Perusahaan kini memperluas teknologi ke perangkat rumah pintar dan kendaraan listrik, dengan AI, sistem operasi, chipset, serta manufaktur pintar menjadi fondasi pengembangannya.

“IFA 2026 menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan global Xiaomi,” ujar Xu Fei. Menurutnya, integrasi berbagai lini tersebut kini diwujudkan melalui ekosistem Human × Car × Home, yang menghubungkan perangkat pribadi, kendaraan pintar, dan smart home dalam satu pengalaman teknologi.

Strategi tersebut menunjukkan perubahan arah industri teknologi. Jika sebelumnya perangkat pintar lebih banyak bekerja secara individual, Xiaomi mencoba membangun sistem yang memungkinkan berbagai perangkat saling memahami dan bekerja secara bersamaan.

AI Tak Lagi Sekadar Menjawab Perintah

Salah satu isu menarik yang diangkat Xiaomi di IFA 2026 adalah evolusi AI dari sekadar teknologi yang merespons perintah menjadi sistem yang mampu memahami konteks pengguna. Melalui ekosistem Human × Car × Home, AI dirancang untuk memahami situasi berdasarkan sejumlah informasi, seperti waktu, lokasi, cuaca, dan aktivitas pengguna.

Sebagai contoh, ketika pengguna dalam perjalanan pulang, sistem dapat mengaktifkan AC dan mengatur pencahayaan rumah sebelum pengguna tiba. Dalam skenario lainnya, pengguna cukup memberikan perintah sederhana seperti mencetak foto yang baru diambil. Sistem kemudian dapat mengoordinasikan beberapa perangkat Xiaomi untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Pendekatan ini memperlihatkan visi Xiaomi bahwa masa depan AI bukan hanya berada di layar smartphone, tetapi hadir dalam aktivitas sehari-hari di dunia nyata.

Lebih dari 1,1 Miliar Perangkat Terhubung

Ambisi Xiaomi membangun ekosistem tersebut didukung oleh skala bisnis yang telah berkembang secara global. Xiaomi menyebut platform AIoT konsumennya kini telah menghubungkan lebih dari 1,1 miliar perangkat, tidak termasuk smartphone, tablet, dan laptop. Ekosistem tersebut melayani lebih dari 175 juta pengguna dan rumah tangga di seluruh dunia.

Di kategori smartphone, pengiriman global Xiaomi disebut konsisten berada di posisi tiga besar selama 24 kuartal berturut-turut. Sementara tablet Xiaomi berada di peringkat keempat dunia dan kategori wearable, termasuk smart band serta smartwatch, berada di posisi kedua secara global berdasarkan data Omdia kuartal II 2026.

Skala tersebut menjadi modal penting bagi Xiaomi untuk memperluas strategi ekosistemnya dari perangkat elektronik menuju kendaraan dan rumah.

Xiaomi Auto Jadi Senjata Baru di Pasar Global

Sektor otomotif menjadi bagian penting dalam strategi Xiaomi. Sejak pengiriman kendaraan pertamanya pada Maret 2024, Xiaomi Auto telah memproduksi dan mengirimkan lebih dari 700.000 unit kendaraan di China daratan hingga Maret 2026.

Di IFA 2026, Xiaomi menampilkan sejumlah kendaraan, termasuk Xiaomi SU7, Xiaomi SU7 Ultra, dan konsep futuristik Xiaomi Vision Gran Turismo. Kehadiran Vision Gran Turismo pada IFA 2026 memperlihatkan ambisi Xiaomi masuk lebih jauh ke industri otomotif dengan menggabungkan desain kendaraan, performa listrik, teknologi digital, dan pengalaman berkendara pintar.

Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada rencana ekspansi Xiaomi Auto ke Eropa. Xiaomi mengungkapkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan delapan grup dealer otomotif terkemuka di Jerman sebagai langkah awal membangun jaringan ritel dan layanan.

Xiaomi menargetkan ekspansi kendaraan ke pasar Eropa, termasuk Jerman, mulai 2027. Langkah tersebut dapat menjadi babak baru persaingan kendaraan listrik di Eropa, terutama karena Xiaomi membawa kekuatan yang berbeda dari produsen otomotif tradisional integrasi antara kendaraan, smartphone, AI, dan perangkat rumah pintar.

Mijia Perluas Smart Home ke Eropa

Selain kendaraan listrik, Xiaomi juga memperluas lini smart home melalui Mijia. Dalam gelaran IFA 2026, Xiaomi mengumumkan ekspansi Mijia ke seluruh pasar Eropa dengan konsep “The Art of Smart Living”.

Mijia saat ini mencakup lebih dari 2.000 varian produk dalam lebih dari 130 kategori. Seluruh perangkat yang kompatibel dapat dikendalikan melalui aplikasi Xiaomi Home.

Strategi tersebut memperkuat pilar “Home” dalam ekosistem Human × Car × Home. Xiaomi melihat smart home masa depan bukan hanya sebagai kumpulan perangkat yang terhubung internet, tetapi sebagai sistem yang mampu berkoordinasi dan merespons kebutuhan pengguna secara lebih otomatis.

Investasi R&D Capai Rp494 Triliun

Untuk menopang ekspansi tersebut, Xiaomi juga menyiapkan investasi besar dalam penelitian dan pengembangan. Perusahaan memproyeksikan total investasi R&D global selama 2026–2030 mencapai 24 miliar Euro, atau sekitar Rp494,3 triliun berdasarkan kurs yang digunakan Xiaomi.

Investasi tersebut akan diarahkan pada sejumlah bidang strategis, mulai dari AI, sistem operasi, semikonduktor, kendaraan pintar, robotika hingga manufaktur pintar.

Xiaomi juga memperkuat pengembangan AI melalui teknologi seperti MiMo-V2.5-Pro, Xiaomi Miloco, dan Xiaomi Miclaw, yang diklaim mampu meningkatkan kemampuan AI dalam memahami konteks, melakukan penalaran, hingga menjalankan tugas yang lebih kompleks.

Dari AIoT Menuju Ekosistem Kehidupan

Pameran Xiaomi di IFA 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang jumlah produk yang dipamerkan. Lebih jauh, perusahaan sedang memperlihatkan arah bisnisnya untuk membangun sebuah ekosistem teknologi yang menghubungkan manusia, kendaraan, dan rumah dalam satu sistem.

Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, smartphone tidak lagi menjadi pusat teknologi yang berdiri sendiri. Mobil dapat menjadi perpanjangan dari perangkat pribadi, sementara rumah dapat merespons aktivitas penggunanya secara otomatis.

Rencana masuknya Xiaomi Auto ke Eropa pada 2027 dan ekspansi Mijia ke pasar Eropa menunjukkan bahwa strategi tersebut mulai bergerak dari konsep menuju ekspansi global.

Dengan investasi R&D yang mencapai puluhan miliar Euro, Xiaomi tampaknya tidak lagi ingin hanya dikenal sebagai produsen smartphone. Perusahaan tengah membangun posisi sebagai pemain teknologi yang menggabungkan AI, mobil listrik, smart home, robotika, dan perangkat pintar dalam satu ekosistem.

Bagikan