
BicaraPlus – Aktivitas gunung api di Indonesia masih menjadi perhatian pada Senin pagi, 7 September 2026. Berdasarkan pemantauan MAGMA Indonesia, tercatat 69 gunung api berada dalam pemantauan tingkat aktivitas, dengan lima gunung berada pada Level III (Siaga).
Data yang ditampilkan MAGMA Indonesia menunjukkan, dari 69 gunung api tersebut, 5 gunung berstatus Level III (Siaga), 22 gunung Level II (Waspada), dan 42 gunung Level I (Normal). Sementara itu, tidak terdapat gunung api yang berada pada Level IV (Awas).
Lima gunung yang saat ini berada pada Level III (Siaga) yakni Gunung Anak Krakatau di Lampung, Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Semeru di Jawa Timur, serta Sinabung di Sumatera Utara. Status Level III menunjukkan hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas yang semakin nyata mengalami erupsi.
Anak Krakatau Masih Jadi Perhatian
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Badan Geologi sebelumnya menerbitkan laporan khusus mengenai fenomena erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026.
Badan Geologi juga menyatakan bahwa masyarakat perlu memperoleh informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi, termasuk MAGMA Indonesia dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sementara itu, Gunung Sinabung tercatat mengalami peningkatan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB. Kenaikan tersebut tercantum dalam laporan khusus Badan Geologi.
22 Gunung Berstatus Waspada
Selain lima gunung berstatus Siaga, MAGMA Indonesia juga mencatat 22 gunung api berada pada Level II (Waspada). Level II merupakan kondisi ketika hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan mulai adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Dalam daftar yang ditampilkan MAGMA, salah satunya adalah Gunung Anak Rinjani di Nusa Tenggara Timur. Data lengkap gunung yang berada pada Level II dapat berubah mengikuti hasil pemantauan aktivitas vulkanik masing-masing gunung. Adapun 42 gunung api lainnya berada pada Level I (Normal).
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Dengan adanya lima gunung berstatus Level III, masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api maupun wisatawan perlu memperhatikan rekomendasi resmi dari otoritas terkait.
Status aktivitas gunung api dapat berubah berdasarkan hasil pemantauan visual, kegempaan, deformasi, maupun parameter vulkanologi lainnya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menjadikan informasi dari media sosial yang tidak terverifikasi sebagai rujukan utama.
Informasi mengenai aktivitas gunung api dan rekomendasi mitigasi dapat dipantau melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG dan MAGMA Indonesia.





