
BicaraPlus – Sultan Baktiar Najamudin menegaskan pentingnya peran pemuda muslim dunia dalam menghadapi krisis geopolitik, perubahan iklim, hingga tantangan moral generasi muda global. Pesan itu disampaikan Ketua DPD RI saat membuka secara resmi MTQ Internasional 2026 World Mosque Youth di Masjid Istiqlal, Sabtu (23/5).
Ajang internasional yang mempertemukan pemuda masjid dari berbagai negara ASEAN dan China tersebut menjadi momentum strategis memperkuat peran Indonesia sebagai pusat peradaban Islam moderat dunia sekaligus memperkuat diplomasi budaya dan keislaman menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Sultan menekankan bahwa dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan akhlakul karimah yang kuat. “Dunia tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas intelektual, melainkan juga generasi yang memiliki akhlakul karimah. Yang bisa mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujar Sultan Baktiar Najamudin.
MTQ Internasional 2026 Jadi Sorotan Pemuda Muslim Dunia
Kegiatan MTQ Internasional 2026 World Mosque Youth diikuti perwakilan pemuda masjid dari 29 provinsi di Indonesia serta delegasi dari sembilan negara sahabat seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Thailand, Kamboja, Filipina, Singapura, hingga China.
Kehadiran peserta internasional membuat acara ini menjadi salah satu agenda keislaman internasional terbesar di Indonesia tahun 2026. Selain menjadi kompetisi tilawah Al-Qur’an, forum tersebut juga menjadi ruang kolaborasi pemuda muslim dunia dalam membangun perdamaian, toleransi, dan kerja sama lintas budaya.
Sultan menyebut perkembangan teknologi digital saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi pemuda dari berbagai daerah untuk berkembang dan tampil di panggung global.
“Saya bangga akan peserta tilawah MTQ Internasional ini yang dihadiri dari berbagai daerah dan negara-negara sahabat. Dengan adanya teknologi sekarang, saya yakin potensi-potensi pemuda dari semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan tampil di panggung dunia,” katanya.
Pemuda Masjid Dinilai Punya Peran Strategis Hadapi Krisis Global

Dalam pidatonya, Sultan juga menyoroti pentingnya gerakan pemuda masjid sebagai kekuatan moral dan peradaban dunia di tengah meningkatnya konflik geopolitik, polarisasi sosial, hingga ancaman perubahan iklim global.
Menurutnya, World Mosque Youth bukan sekadar organisasi biasa, melainkan gerakan strategis yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin sebagai solusi bagi tantangan global modern.
Ia menilai pemuda muslim memiliki posisi penting dalam memperkuat hubungan harmonis antaragama, antarbangsa, dan antarkebudayaan melalui pendekatan dialog, pendidikan, dan nilai kemanusiaan universal.
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Islam Moderat Dunia
Pelaksanaan MTQ Internasional 2026 di Masjid Istiqlal sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang aktif mendorong Islam moderat, damai, dan inklusif di tingkat internasional.
Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan melibatkan generasi muda lintas negara, MTQ Internasional 2026 World Mosque Youth diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan nilai spiritual yang kuat.
Selain menjadi ajang syiar Islam dan kompetisi tilawah Al-Qur’an tingkat internasional, MTQ Internasional 2026 juga menjadi simbol penguatan diplomasi budaya Indonesia di mata dunia. Kehadiran peserta dari berbagai negara memperlihatkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai pusat dialog keislaman global yang mengedepankan toleransi, persatuan, dan kolaborasi antarbangsa.
Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat jaringan pemuda muslim internasional dalam menghadapi tantangan era digital, disrupsi teknologi, hingga krisis kemanusiaan global. Melalui forum seperti World Mosque Youth, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan inovasi sosial berbasis nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus menjadi agen perdamaian dunia yang membawa pesan Islam rahmatan lil alamin kepada masyarakat internasional.
Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kreativitas generasi muda. Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan media digital, pemuda masjid dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai moral, memperkuat persatuan umat, serta membangun ekosistem sosial yang produktif dan inklusif. MTQ Internasional 2026 diharapkan mampu melahirkan kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, dakwah digital, ekonomi syariah, hingga pengembangan kepemimpinan pemuda muslim dunia.





