
BicaraPlus – Maybank Indonesia resmi melakukan perombakan struktur kepemimpinan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar pada 17 April 2026. Salah satu keputusan strategis adalah pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat arah pertumbuhan berkelanjutan perusahaan melalui strategi ROAR30, sekaligus mempertegas posisi Maybank Indonesia sebagai pemain penting di sektor perbankan regional.
Selain itu, RUPST juga menetapkan sejumlah nama baru dalam jajaran komisaris dan direksi. Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim ditunjuk sebagai Komisaris, sementara Mariana Husin resmi bergabung sebagai Direktur.
Di sisi lain, rapat juga menyetujui pengakhiran masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur. Sementara itu, Hendar kembali dipercaya sebagai Komisaris Independen dan Effendi sebagai Direktur.
Perubahan ini mencerminkan langkah konsolidasi manajemen untuk menjawab tantangan industri perbankan yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat daya saing di tengah transformasi digital dan tekanan ekonomi global.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa transformasi kepemimpinan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Perubahan ini adalah upaya berkelanjutan untuk memperkuat posisi Bank sebagai mitra keuangan regional, sejalan dengan peran Indonesia sebagai salah satu home market Maybank Group,” ujarnya.
Tak hanya soal manajemen, RUPST juga menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,65 triliun. Sebanyak 35% atau sekitar Rp580 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham, sementara 65% sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan ekspansi bisnis ke depan.
Langkah ini menunjukkan keseimbangan antara memberikan nilai bagi investor sekaligus menjaga fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan jaringan luas dan dukungan kapabilitas global, Maybank Indonesia terus mengoptimalkan kombinasi kekuatan internasional dan pemahaman pasar lokal. Strategi ini dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan sektor keuangan nasional, terutama di tengah percepatan digitalisasi layanan perbankan.
Ke depan, perombakan manajemen ini menjadi sinyal kuat bahwa Maybank Indonesia tidak hanya fokus pada stabilitas, tetapi juga agresif dalam memperkuat positioning sebagai bank regional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.





