Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Mobil Tangki Terbakar dan 4 Orang Tewas

Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Mobil Tangki Terbakar dan 4 Orang Tewas

BicaraPlus – Kecelakaan Bus ALS di Muratara terjadi di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden kecelakaan ganda tersebut melibatkan satu unit Bus ALS dan mobil tangki milik PT Seleraya yang menyebabkan kendaraan terbakar hebat di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan Bus ALS di Muratara tersebut, sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia. Korban terdiri dari pengemudi Bus ALS, dua penumpang mobil tangki, dan satu kernet bus. Selain korban meninggal dunia, terdapat satu korban lain yang mengalami luka goresan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan laporan dari Kabag Ops Polres Muratara, KOMPOL Zulfikar, S.H., kecelakaan terjadi saat Bus ALS melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Diduga sopir bus berusaha menghindari lubang di jalan sehingga kendaraan membelok ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan arah.

Di saat bersamaan, mobil tangki PT Seleraya yang dikemudikan oleh Yanto datang dari arah Jambi menuju Lubuk Linggau. Tabrakan keras pun tidak dapat dihindari hingga menyebabkan kedua kendaraan mengalami benturan hebat dan langsung terbakar.

Petugas kepolisian menyebutkan bahwa api dengan cepat membesar dan menghanguskan kendaraan. Sejumlah korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena api langsung membakar bagian depan kendaraan setelah benturan terjadi.

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan Bus ALS di Muratara antara lain pengemudi bus bernama Alif (44), warga Jawa Tengah, yang meninggal dunia akibat terbakar di dalam kendaraan. Selain itu, kernet bus bernama Saf (50), warga Medan, juga dilaporkan meninggal dunia.

Sementara dari pihak mobil tangki PT Seleraya, pengemudi bernama Yanto dan seorang penumpang bernama Martini meninggal dunia akibat terbakar di dalam mobil tangki. Hingga kini identitas lengkap kedua korban masih dalam proses pendataan pihak kepolisian.

Selain korban meninggal dunia, seorang kernet bus bernama M. Fadli asal Riau dilaporkan mengalami luka goresan ringan. Ia menjadi salah satu korban selamat dalam insiden kecelakaan maut tersebut.

Dalam laporan kepolisian disebutkan bahwa jumlah total penumpang Bus ALS diduga mencapai sekitar 13 orang. Namun hingga saat ini identitas seluruh penumpang masih dalam proses pendataan karena kondisi kendaraan yang hangus terbakar menyulitkan proses identifikasi.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan Bus ALS di Muratara juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 juta. Seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan berat akibat terbakar hebat.

Petugas Satlantas Polres Muratara bersama aparat gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan area kecelakaan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari keterangan saksi, serta mendata identitas korban.

“Kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Petugas telah mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban dan saksi, serta melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan,” demikian isi laporan kepolisian.

Peristiwa kecelakaan Bus ALS di Muratara ini juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatra mengalami kemacetan panjang. Banyak kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti karena proses pemadaman api dan evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama.

Warga sekitar lokasi kecelakaan Bus ALS di Muratara turut membantu proses evakuasi sebelum petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian tiba di lokasi. Beberapa warga berusaha menolong korban yang masih bisa diselamatkan dari dalam bus.

Kecelakaan maut di jalur lintas Sumatra kembali menjadi perhatian terkait kondisi jalan dan keselamatan berkendara. Dugaan adanya lubang di jalan yang memicu kecelakaan menjadi sorotan masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama transportasi antarprovinsi di Pulau Sumatra.

Masyarakat berharap pasca kejadian kecelakaan Bus ALS di Muratara pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. Jalan rusak dan berlubang dinilai menjadi ancaman serius bagi kendaraan besar seperti bus dan truk tangki.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan identifikasi kendaraan, termasuk nomor polisi Bus ALS yang belum diketahui karena kondisi kendaraan hangus terbakar. Polisi juga masih mendalami penyebab pasti kecelakaan melalui pemeriksaan saksi dan olah TKP lebih lanjut.

Pihak berwenang mengimbau seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur lintas Sumatra, terutama pada kondisi jalan yang rusak atau berlubang, serta selalu menjaga kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama.

Bagikan