SCG Mentari Waste Station 2026 : Langkah Inspiratif dan Powerful Bangun Budaya Zero Waste di Sukabumi

SCG Mentari Waste Station 2026 : Langkah Inspiratif dan Powerful Bangun Budaya Zero Waste di Sukabumi

BicaraPlus – SCG Mentari Waste Station menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong budaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi. Melalui anak usahanya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG membangun empat fasilitas waste station sekaligus menyediakan sarana pendukung pengelolaan sampah untuk masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang SCG dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.

SCG Mentari Waste Station Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat

SCG membangun empat fasilitas SCG Mentari Waste Station yang berlokasi di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju, Kabupaten Sukabumi. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan satu unit mobil pick-up operasional dan mendistribusikan 5.000 karung pemilahan sampah untuk masyarakat.

Tak hanya itu, SCG turut membangun bak pengumpulan sampah organik di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi guna mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu. Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat, mengatakan bahwa program ini sejalan dengan prinsip “Inclusive Green Growth” yang menjadi fondasi perusahaan dalam membangun pertumbuhan hijau berkelanjutan.

“Melalui SCG Mentari, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujarnya.

SCG Mentari Waste Station Jadi Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu

Keberadaan SCG Mentari Waste Station dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah secara terpadu. Mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga distribusi sampah menuju pabrik PT Semen Jawa untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Mobil pick-up yang disediakan juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah sehingga operasional pengelolaan menjadi lebih optimal.

Sementara itu, distribusi ribuan karung pemilahan sampah menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Program ini sekaligus memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. SCG juga menggandeng masyarakat melalui komunitas SCG Mentari Warrior agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana, mengungkapkan bahwa program tersebut membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah,” katanya.

SCG Mentari Waste Station Hadirkan Edukasi Lingkungan Berbasis Seni

Menariknya, SCG Mentari Waste Station tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik berbasis seni.

SCG berkolaborasi dengan seniman asal Sukabumi, Edwin Do, untuk menghadirkan artwork dan mural di area waste station. Karya seni tersebut dibuat dengan konsep visual ceria dan inspiratif untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap tempat pengumpulan sampah.

Melalui pendekatan kreatif ini, masyarakat diajak melihat sampah bukan sebagai akhir, melainkan awal dari proses baru menuju gaya hidup zero waste.

Pesan pelestarian lingkungan pun disampaikan secara lebih interaktif dan mudah diterima oleh masyarakat lintas usia.

Program edukasi berbasis seni ini menjadi salah satu inovasi menarik dalam kampanye pengelolaan lingkungan yang dilakukan perusahaan swasta di Indonesia.

SCG Mentari Waste Station Berhasil Kelola Lebih dari 11 Ton Sampah

Sejak berjalan pada tahun 2024, program SCG Mentari Waste Station telah berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah dengan rata-rata pengumpulan mencapai dua ton per bulan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu memberikan dampak signifikan dalam mengatasi persoalan sampah dari sumbernya.

Hingga kini, lebih dari 1.000 warga dari lima desa di Kabupaten Sukabumi telah terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pemilahan dan pengumpulan sampah.

Langkah ini sekaligus memperkuat budaya pelestarian lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

SCG menegaskan bahwa seluruh program lingkungan yang dijalankan melalui SCG Mentari merupakan bagian dari komitmen perusahaan menuju target Net Zero 2050 dan pembangunan Low Carbon Society.

Program ini juga diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan terus meningkat secara berkelanjutan di masa mendatang.

Bagikan