Josephine Simanjuntak Tinjau Korban Kebakaran Pulogadung, Pastikan Bantuan Pemprov DKI Segera Disalurkan

Josephine Simanjuntak Tinjau Korban Kebakaran Pulogadung

BicaraPlus – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Josephine Simanjuntak mengunjungi lokasi kebakaran maut di Jalan Palad RT 02/RW 03, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (13/7/2026). Dalam kunjungannya, Josephine menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah hadir memberikan pendampingan dan bantuan bagi warga terdampak.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) dini hari tersebut menghanguskan rumah tinggal, warung Tegal (warteg), dan toko kelontong. Musibah itu menewaskan tiga orang, yakni ES (67), LF (40), dan RM (10), sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka.

Saat bertemu keluarga korban, Josephine menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi tersebut. “Saya turut berduka cita ya Pak. Sabar ya Pak,” ujar Josephine kepada keluarga korban.

Menurut Josephine Simanjuntak kehadiran dirinya di lokasi bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga untuk memastikan proses penanganan korban berjalan optimal serta bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. “Kami akan mengawal agar bantuan bagi korban dapat segera diberikan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan proses pemulihan bagi warga terdampak dapat berjalan secepatnya,” kata Josephine.

Josephine Simanjuntak Pastikan Pemerintah Hadir untuk Korban Kebakaran Pulogadung

Sebagai anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar seluruh proses penanganan pascakebakaran berlangsung cepat, mulai dari bantuan logistik, kebutuhan dasar warga, hingga proses pemulihan.

Josephine Simanjuntak menilai kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal akibat musibah tersebut. Selain memastikan bantuan tersalurkan, Josephine juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang berasal dari instalasi listrik.

Menurutnya, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala menjadi langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.

WhatsApp Image 2026 07 14 at 10.23.30

Saat kejadian berlangsung, sekitar 10 orang berada di dalam bangunan. Sebagian besar berhasil menyelamatkan diri ketika api mulai membesar. Namun, tiga korban diketahui kembali masuk ke dalam bangunan yang telah terbakar untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Mereka akhirnya terjebak kobaran api hingga meninggal dunia. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Jakarta Timur Masih Didominasi Kasus Kebakaran Akibat Listrik

Kebakaran di Pulogadung menambah daftar panjang peristiwa kebakaran yang terjadi di Jakarta Timur sepanjang 2026. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah Ciracas, Duren Sawit, Cipayung, hingga Pulogadung. Mayoritas kasus diduga dipicu korsleting listrik yang menyebabkan kerugian material besar bahkan merenggut korban jiwa.

Berdasarkan data Satu Data DKI Jakarta dan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Jakarta Timur masih menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi di Ibu Kota. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi masyarakat mengenai keamanan instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik secara aman, serta penguatan sistem mitigasi kebakaran di lingkungan permukiman.

Tragedi di Pulogadung menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap risiko kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), serta kesiapsiagaan warga dalam menghadapi keadaan darurat dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa pada masa mendatang.

Bagikan