JIVA Hadirkan Wings of Destiny, Pameran 18 Seniman Indonesia di Jakarta

JIVA Hadirkan Wings of Destiny, Pameran 18 Seniman Indonesia di Jakarta

BicaraPlus – Jakarta Illustration Visual Art (JIVA) kembali menghadirkan ruang apresiasi seni rupa melalui pameran Wings of Destiny yang berlangsung di Amuya Gallery, Jakarta, pada 27 September hingga 6 Oktober 2026. Menghadirkan 18 seniman Indonesia, pameran ini mengangkat hubungan antara seni, budaya, dan pariwisata melalui karya-karya seni dua dimensi.

Digelar dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day yang jatuh setiap 27 September, Wings of Destiny menjadi salah satu upaya JIVA untuk mempertemukan beragam perspektif artistik dalam sebuah ruang dialog kreatif.

Melalui pameran ini, JIVA mengajak masyarakat melihat perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan proses menemukan identitas, mengenal budaya baru, serta membangun pengalaman yang membentuk cara pandang terhadap kehidupan.

JIVA Bangun Ruang Kolaborasi Seni Lintas Generasi

Berdiri pada 29 Januari 2015 di Jakarta, Jakarta Illustration Visual Art (JIVA) merupakan manajemen seni dan perkumpulan seniman independen yang mewadahi seniman dengan latar belakang serta pengalaman artistik yang beragam.

JIVA diinisiasi oleh Ghanyleo dengan semangat mendorong kreativitas, mempertemukan seniman senior dan generasi muda, serta membangun sinergi lintas bidang seni. Dalam perjalanannya, JIVA berupaya menghadirkan ruang bagi para seniman untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat apresiasi terhadap nilai budaya Nusantara yang tercermin dalam berbagai bentuk seni, mulai dari seni rupa, tari, musik, arsitektur, hingga wastra.

Melalui Wings of Destiny, JIVA kembali memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, pengalaman personal, serta kekayaan budaya kepada masyarakat luas.

Wings of Destiny Angkat Makna Perjalanan dan Takdir

WhatsApp Image 2026 09 29 at 23.24.58

Mengusung tema Wings of Destiny, pameran ini memaknai perjalanan sebagai bagian dari pengalaman manusia yang penuh perjumpaan, kenangan, dan pembelajaran.

Dalam konsep kuratorialnya, kata wings atau sayap menjadi simbol kebebasan, keberanian, dan kemampuan melampaui batas geografis maupun batin. Sementara itu, destiny atau takdir menggambarkan arah perjalanan hidup yang terus dibentuk oleh pertemuan dengan manusia, alam, sejarah, dan budaya.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui beragam karya yang mengeksplorasi keindahan alam, tradisi lokal, warisan budaya, perjalanan personal, hingga isu keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

Melalui pendekatan ini, JIVA mengajak pengunjung memahami bahwa setiap perjalanan menyimpan cerita dan setiap destinasi memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar tempat untuk dikunjungi.

18 Seniman Indonesia Tampilkan Karya dengan Perspektif Beragam

Pameran Wings of Destiny menghadirkan 18 seniman Indonesia, yakni Ghanyleo, Gadis Dharsono, Giza Aulia Lidwina Gea, Syis Paindow, Aliefya Stann, Andre Setiawan Suryadi, Anastasia Natalie Esti Winantu, Budi Utomo, Didit Maya Paksi, Dumasi Marisina Magdalena Samosir, Firmina Mikael, Natasha Laksmana, Monica Hartawan, Sharron Lassa, Sumartono, Suhaila Mumtazah, Ully Kusuma Sari, dan Wina Tjitropranoto.

Para seniman menghadirkan karya dengan pendekatan visual dan teknik yang beragam. Masing-masing karya menjadi representasi pengalaman, imajinasi, serta interpretasi personal terhadap perjalanan dan kehidupan.

Keberagaman latar belakang para seniman tersebut memperkaya narasi pameran sekaligus memperlihatkan bagaimana seni rupa dapat menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan dan perspektif.

Seni sebagai Jembatan Budaya dan Pariwisata

Bagi JIVA, seni memiliki peran penting dalam mempertemukan masyarakat dengan berbagai cerita dan identitas budaya. Melalui Wings of Destiny, seni rupa dihadirkan sebagai jembatan yang menghubungkan pengalaman manusia dengan kekayaan alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat di berbagai tempat.

Dalam konteks pariwisata, karya seni dapat membuka perspektif baru tentang sebuah destinasi. Tidak hanya menampilkan keindahan visual, seni juga membantu menyampaikan nilai sejarah, budaya, dan pengalaman yang membentuk karakter suatu wilayah.

Pameran ini sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih menghargai keberagaman budaya dan memahami pentingnya menjaga warisan alam serta lingkungan bagi generasi mendatang.

Pameran JIVA Berlangsung hingga 6 Oktober 2026

Pameran Wings of Destiny berlangsung di Amuya Gallery, kawasan Angkasa 1, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai 27 September hingga 6 Oktober 2026. Pembukaan pameran digelar pada Minggu, 27 September 2026, pukul 16.00 WIB, dengan Bozra Yohanes, pemilik Dame Hauma sekaligus kolektor seni, sebagai pembuka acara.

Melalui pameran ini, JIVA menghadirkan ruang apresiasi bagi pencinta seni, pelaku industri kreatif, dan masyarakat umum untuk menikmati karya seni kontemporer sekaligus merefleksikan hubungan antara perjalanan, budaya, dan pengalaman manusia.

Wings of Destiny menjadi bagian dari upaya JIVA untuk terus mempertemukan seniman dan publik melalui karya-karya yang menghadirkan cerita, gagasan, serta perspektif baru tentang kehidupan.

Bagikan