Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dimulai, Trump Dorong Kesepakatan Damai 10 Hari

1775442494071 screenshot 2026 04 06 at 08 33 00

BicaraPlus – Kesepakatan gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon resmi dimulai pada 16 April pukul 17.00 waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump terlibat langsung dalam mendorong kesepakatan ini. Ia melakukan komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun serta dua kali berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump menyatakan optimisme terhadap proses tersebut melalui media sosial Truth Social. Ia menyebut kedua pihak sama-sama menginginkan perdamaian dan yakin kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.

Ia juga menginstruksikan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk berkoordinasi dengan semua pihak terkait.

Gedung Putih menyatakan Trump berencana mengundang para pemimpin kedua negara ke Washington dalam satu hingga dua minggu ke depan untuk melanjutkan pembicaraan.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, kedua pihak telah menyepakati memorandum enam poin yang berisi komitmen menuju perdamaian jangka panjang, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan keamanan masing-masing negara.

Namun, situasi di lapangan masih rapuh. Ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hezbollah belum sepenuhnya mereda.

Netanyahu menyebut ada peluang mencapai “kesepakatan bersejarah”, tetapi menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon selatan. Israel juga berencana mempertahankan zona penyangga keamanan hingga perbatasan Suriah.

Di sisi lain, Hezbollah menolak jika gencatan senjata memberi ruang bagi pasukan Israel untuk tetap beroperasi di wilayah Lebanon. Kelompok itu menyebut keberadaan militer Israel sebagai alasan utama perlawanan mereka.

Konflik yang kembali memanas sejak 2 Maret telah menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Lebih dari 2.100 orang dilaporkan tewas di Lebanon, sementara lebih dari 1,2 juta lainnya mengungsi. Israel juga melaporkan korban jiwa di pihaknya.

Di tengah situasi ini, pejabat AS dan Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan putaran lanjutan pembicaraan di Islamabad. Pemerintah Pakistan menilai stabilitas di Lebanon menjadi faktor penting bagi keberhasilan negosiasi tersebut.

Bagikan