Bandung Spirit Kembali Digaungkan, Fadli Zon Tekankan Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia

WhatsApp Image 2026 04 20 at 08.02.47

BicaraPlus – Perayaan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) resmi dibuka di Hotel Savoy Homann dengan mengusung tema “Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia.” Momentum ini menjadi refleksi sekaligus penguatan kembali nilai-nilai Dasasila Bandung dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menegaskan pentingnya menghidupkan kembali Bandung Spirit sebagai landasan moral dalam menjaga perdamaian dunia. Ia menyebut bahwa budaya memiliki kekuatan strategis dalam menjembatani perbedaan antarbangsa, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. “Budaya bukan hanya identitas, tetapi juga alat diplomasi yang efektif untuk membangun dialog, memperkuat solidaritas, dan menciptakan perdamaian,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Acara ini tidak hanya menjadi seremoni historis, tetapi juga langkah strategis untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas antarbangsa yang lahir dari Kota Bandung sejak 1955. Dalam konteks kekinian, nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam menciptakan dunia yang lebih damai, inklusif, dan berkeadaban.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga menyoroti ancaman terhadap warisan budaya dunia yang kian nyata. Konflik di berbagai wilayah telah menyebabkan kerusakan situs bersejarah hingga hilangnya artefak penting yang menjadi bagian dari peradaban manusia.

Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama komunitas global untuk melindungi dan melestarikan budaya sebagai warisan dunia. “Jika budaya hilang, maka kita kehilangan identitas dan sejarah peradaban itu sendiri,” tambahnya.

Semangat Bandung atau Bandung Spirit kembali ditegaskan sebagai kompas moral dalam menghadapi tantangan global tersebut. Nilai-nilai seperti penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, serta kerja sama yang setara dinilai tetap relevan untuk membangun tatanan dunia yang lebih adil.

Peringatan 71 tahun KAA ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi titik awal kolaborasi konkret lintas negara melalui pendekatan budaya. Dengan demikian, Bandung tidak hanya dikenang sebagai saksi sejarah, tetapi juga terus berperan sebagai pusat inspirasi perdamaian dunia.

Bagikan