
BicaraPlus – Sekjen DPD RI Lantik 221 PNS menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI. Dalam pelantikan dan pengucapan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlangsung di Kompleks DPD RI, Selasa (2/6/2026), Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal menegaskan bahwa integritas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi fondasi utama aparatur negara dalam mendukung fungsi konstitusional DPD RI.
Sebanyak 221 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi diangkat menjadi PNS setelah memenuhi berbagai persyaratan dan masa pengabdian yang ditentukan. Perubahan status tersebut, menurut Iqbal, harus diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja dan tanggung jawab yang lebih besar. “Perubahan status kepegawaian ini tentu harus berbanding lurus dengan kinerja yang juga harus 100 persen,” tegas Mohammad Iqbal.
Integritas ASN DPD RI Tidak Bisa Ditawar
Dalam arahannya, Mohammad Iqbal menekankan bahwa ASN di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi juga karakter, etika, dan moralitas yang kuat. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang akan menentukan kualitas pelayanan kepada pimpinan, anggota DPD RI, serta masyarakat luas.
“DPD RI membutuhkan orang-orang dengan moralitas tinggi. Integritas adalah harga mati, hindari praktik kecurangan yang merugikan lembaga. Jadilah teladan dalam kedisiplinan dan kejujuran,” ujar Sekjen DPD RI.
Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan ASN akan mencerminkan citra dan reputasi lembaga di mata publik. Oleh karena itu, budaya kerja yang menjunjung kejujuran dan profesionalisme harus menjadi bagian dari keseharian setiap pegawai.
Sekjen DPD RI Minta ASN Tinggalkan Budaya Kerja Silo
Selain soal integritas, Mohammad Iqbal juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarunit kerja. Menurutnya, tantangan kelembagaan yang semakin kompleks tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral atau pola kerja yang terpisah-pisah.
Ia meminta seluruh ASN untuk meninggalkan budaya kerja silo atau silo mentality yang selama ini menjadi salah satu hambatan dalam membangun organisasi yang efektif. “Lembaga yang besar tidak bisa dibangun dengan kerja individu. Bangun kerja sama tim yang solid antar unit kerja. Hindari ego sektoral. Masa depan DPD RI sangat bergantung pada kolaborasi antar unit kerja,” katanya.
Iqbal menilai sinergi yang kuat akan meningkatkan efektivitas dukungan terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan yang dijalankan oleh DPD RI sebagai representasi daerah.
ASN DPD RI Harus Adaptif dan Inovatif

Pada kesempatan tersebut, Sekjen DPD RI juga mendorong seluruh pegawai untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja.
Menurutnya, transformasi birokrasi yang tengah berjalan membutuhkan aparatur yang terbuka terhadap perubahan dan berani menghadirkan inovasi.
“Jangan menjadi pegawai yang anti perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah layanan, serta beranilah mengusulkan inovasi yang membuat kerja lembaga lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” tegas Sekjen DPD RI.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.
Perkuat Dukungan terhadap Aspirasi Daerah
Pelantikan 221 PNS ini menjadi bagian dari upaya transformasi birokrasi di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI. Kehadiran aparatur yang profesional, berintegritas, dan kolaboratif diharapkan mampu memperkuat dukungan kelembagaan terhadap tugas-tugas DPD RI dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.
Dengan sumber daya manusia yang semakin berkualitas, DPD RI optimistis dapat menjalankan perannya secara lebih efektif dalam proses pembangunan nasional dan penguatan hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah.
Menutup sambutannya, Mohammad Iqbal mengingatkan para PNS yang baru dilantik untuk memulai pengabdian dengan niat yang baik serta komitmen memberikan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara. “Segala sesuatu dilakukan dengan langkah kecil, awali dengan niat baik dan kinerja yang baik,” pungkas Sekjen DPD RI.





