5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Catat Transaksi Digital Rp13,13 Triliun

5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Catat Transaksi Digital Rp13,13 Triliun

BicaraPlus – Memasuki lima tahun perjalanan, blu by BCA Digital mencatat pertumbuhan bisnis sekaligus peningkatan aktivitas transaksi digital nasabah. Hingga 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir mencapai Rp13,13 triliun, atau melonjak 186 persen.

Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari perkembangan PT Bank Digital BCA (BCA Digital) dalam memperluas ekosistem perbankan digital dan menghadirkan layanan finansial yang menyasar kebutuhan generasi muda. Dalam perjalanan lima tahunnya, BCA Digital juga memperkenalkan evolusi blu 2.0 serta kampanye #EksplorSemaumu yang menempatkan blu sebagai lifestyle enabler bagi masyarakat yang semakin terbiasa dengan aktivitas digital.

Kinerja BCA Digital Semester I 2026 Tumbuh Organik

BCA Digital mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20 persen secara year-on-year (YoY) pada Semester I 2026. Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan Net Open Customer (NOC) sebesar 25 persen YoY.

Komposisi pengguna blu juga didominasi generasi muda. Sebanyak 56 persen nasabah blu merupakan Gen Z, sementara 35 persen lainnya merupakan Milenial. Dengan demikian, sekitar 91 persen nasabah blu berasal dari kelompok digital natives.

Dari sisi akuisisi, jumlah nasabah baru dari kelompok Gen Z tumbuh 30 persen YoY, sedangkan Milenial tumbuh 20 persen YoY.

Peningkatan jumlah pengguna turut mendorong aktivitas transaksi harian. Per 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer tercatat Rp13,13 triliun, dengan QRIS menjadi kontributor terbesar sebesar 36 persen dari total volume transaksi.

Sejumlah layanan juga mencatat pertumbuhan frekuensi transaksi secara YoY, yakni:

  • QRIS: tumbuh 124 persen YoY.
  • E-Wallet: tumbuh 71 persen YoY.
  • bluPayment: tumbuh 56 persen YoY.
  • Bayar/Beli (Biller): tumbuh 44 persen YoY.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan jenis QRIS, integrasi mitra e-wallet, lebih dari 100 partner bluPayment, serta penambahan kategori dan biller pada layanan Bayar/Beli.

Transaksi Valas bluValas Melonjak 435 Persen

Aktivitas transaksi internasional juga mengalami peningkatan. Pada Semester I 2026, jumlah transaksi bluValas melonjak 435 persen YoY, sementara volume transaksinya meningkat 535 persen YoY.

Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh pengguna Gen Z yang tumbuh 356 persen YoY dan Milenial sebesar 273 persen YoY.

Selain itu, frekuensi transaksi internasional meningkat 29 persen YoY dengan pertumbuhan volume sebesar 60 persen YoY.

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi di berbagai negara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs pada berbagai mata uang populer, termasuk USD, EUR, GBP, SGD, JPY, AUD, CNY, dan HKD.

blu 2.0 Dorong Kedewasaan Finansial Generasi Muda

BCA Digital juga mencatat peningkatan penggunaan sejumlah fitur pengelolaan keuangan. Pada Semester I 2026, pengguna bluSaving meningkat 38 persen YoY, bluGether 47 persen YoY, bluBisnis 37 persen YoY, sedangkan pengguna bluRDN meningkat hingga 225 persen YoY.

BCA Digital menyebut perkembangan tersebut sebagai bagian dari fenomena financial maturity, ketika generasi muda tidak hanya menggunakan layanan digital untuk transaksi, tetapi juga mulai mengelola tabungan, usaha, dan investasi.

Melalui blu 2.0, ekosistem layanan finansial dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu Simpanan, Investasi, Asuransi, dan Pinjaman (SIAP).

Pada pilar simpanan, blu menghadirkan berbagai layanan seperti bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, bluBisnis, serta bluAccount for Teens yang kini dapat digunakan oleh remaja usia 10–17 tahun.

Sementara pada sisi investasi tersedia bluInvest dan bluRDN. Untuk perlindungan, terdapat bluInsurance, sedangkan kebutuhan likuiditas ditopang melalui bluExtraCash.

Integrasi BaaS Perkuat Ekosistem Digital

Peran blu sebagai lifestyle enabler juga diperkuat melalui integrasi Banking-as-a-Service (BaaS) atau blUnion.

Per 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi di berbagai sektor gaya hidup mencatat pertumbuhan lebih dari 50 persen. Segmen Groceries & Necessities tumbuh 70 persen YoY, transaksi bioskop 60 persen, transportasi publik dan perjalanan 54 persen, serta sektor makanan dan minuman (F&B) sebesar 51 persen YoY.

Ekosistem blu juga telah terhubung dengan berbagai sektor, mulai dari fintech, HR tech, marketing tech, pembayaran digital, transportasi, gaming hingga inisiatif keberlanjutan.

bluAcademy Edukasi Puluhan Ribu Peserta

Selain mengembangkan layanan finansial, BCA Digital menjalankan program literasi keuangan melalui bluAcademy.

Sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026, bluAcademy telah mengedukasi 30.926 peserta melalui 25 batch. Program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga dapat mempraktikkan penggunaan fitur blu secara langsung.

Upaya edukasi tersebut kemudian diperluas melalui bluPressAwards 2026. Tahun ini, ajang tersebut mencakup kategori Feature Article dan Opinion Article.

Sebanyak 118 karya dari 106 media yang terdiri atas 37 media nasional dan 69 media lokal/daerah berhasil terkumpul. Karya tersebut melibatkan 107 jurnalis dari berbagai wilayah Indonesia.

Karya terpilih bluPressAwards 2026 akan dikompilasi dan dibukukan. BCA Digital juga menyampaikan rencana mendaftarkan buku tersebut untuk mencatatkan Rekor MURI sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi insan pers dalam literasi keuangan Indonesia.

BCA Digital Siapkan Babak Ekspansi Berikutnya

Direktur Bisnis BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo mengatakan lima tahun pertama perjalanan blu menjadi fase untuk membangun fondasi, kepercayaan publik, dan skala bisnis.

Menurutnya, memasuki fase berikutnya, BCA Digital akan berfokus pada pendalaman ekosistem agar blu tidak hanya menjadi aplikasi perbankan digital, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas finansial masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, Head of Retail & Digital Business BCA Digital Edwin Tirta menyampaikan bahwa pengembangan blu 2.0 dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kendala yang dihadapi nasabah dalam aktivitas sehari-hari.

Adapun Head of Corporate Planning BCA Digital Yoga T. Halim menyoroti perubahan perilaku generasi muda yang mulai meningkatkan penggunaan instrumen investasi, transaksi valas, dan fitur perencanaan keuangan.

Memasuki tahun kelima, perkembangan blu menunjukkan bagaimana layanan perbankan digital, transaksi QRIS, pembayaran global, investasi, hingga literasi keuangan semakin terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Bagikan