
BicaraPlus – Amerika Serikat dan Iran mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan terkait nasib cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, “Washington akan segera mengambil kembali material nuklir tersebut. Namun, Iran langsung menolak keras gagasan itu dan menyebutnya tidak dapat diterima.”
Trump menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa AS akan mengambil kembali seluruh uranium Iran ke Amerika Serikat.
Dalam pidatonya di Arizona, Trump juga mengungkapkan, proses itu akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Iran. Ia bahkan menyebut penggunaan alat berat untuk mengambil material tersebut dan membawanya ke AS.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei menegaskan bahwa cadangan uranium negaranya tidak akan dipindahkan ke mana pun.
“Skema pemindahan uranium yang diperkaya Iran ke Amerika Serikat tidak pernah dibahas dalam negosiasi,” kata Baqaei dalam pernyataan di televisi.
Iran juga menegaskan bahwa kesepakatan hanya dapat tercapai jika hak dan kepentingan mereka dijamin. Selain itu, isu kompensasi atas kerugian yang dialami Iran disebut menjadi bagian penting dalam negosiasi selanjutnya.
Berdasarkan data Badan Energi Atom Internasional, Iran saat ini memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen.
Meski pertemuan di Islamabad telah membantu memperjelas sejumlah “garis merah”, perbedaan tajam antara kedua pihak menunjukkan bahwa kesepakatan nuklir yang komprehensif masih menghadapi hambatan besar.





