
BicaraPlus – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memperkuat pembentukan karakter mahasiswa melalui rangkaian program bela negara yang mengedepankan nilai kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PNJ memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter mahasiswa sebagai generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kegiatan dimulai pada 27 Juli 2026 melalui Training of Trainers (ToT) yang diikuti oleh 85 mahasiswa di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes). Tahap ini menjadi bagian awal dari rangkaian pembekalan dan persiapan sebelum kegiatan dilanjutkan dalam skala yang lebih besar. Setelah pelaksanaan ToT, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan program pembinaan bela negara yang melibatkan 2.760 mahasiswa PNJ di kawasan Robinso, Puncak, Cisarua.
Bela Negara sebagai Penguatan Karakter Mahasiswa
Program bela negara dalam rangkaian kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter mahasiswa melalui pengalaman bersama. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dengan mahasiswa lain dari berbagai latar belakang dan jurusan.
Berbagai aktivitas juga dirancang agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan kampus dan diterapkan dalam aktivitas akademik maupun kehidupan organisasi dan sosial mahasiswa.
PNJ Dorong Disiplin dan Kemampuan Kolaborasi

Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap karakter mahasiswa, terutama dalam aspek disiplin dan kemampuan bekerja sama. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus membentuk karakter mahasiswa, khususnya dalam hal disiplin dan kemampuan bekerja sama. Setelah kembali ke kampus, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan, baik dalam bekerja sama dengan sesama mahasiswa maupun dengan mahasiswa dari berbagai jurusan,” ujar Dr. Syamsurizal.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan bersama dapat menjadi bekal dalam membangun pola kerja sama yang lebih baik ketika mereka kembali menjalani aktivitas di lingkungan kampus. Kemampuan untuk bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai jurusan juga menjadi pengalaman penting dalam membangun komunikasi dan kolaborasi lintas bidang.
Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Cinta Tanah Air
Penguatan karakter juga menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Nurul Intan Pratiwi, S.Sos., M.Si., mengatakan pembinaan diharapkan dapat membantu meningkatkan kedisiplinan mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air.
“Melalui pendidikan ini, mahasiswa juga diharapkan memiliki tingkat kedisiplinan yang semakin baik dalam menjalani aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat kebersamaan, serta membentuk pribadi mahasiswa yang semakin teguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara,” kata Nurul Intan.
Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan selesai. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal karakter yang terus diterapkan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan, berorganisasi, berinteraksi dengan lingkungan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Materi Pembinaan Bekali Mahasiswa dengan Pengetahuan dan Keterampilan
Dalam rangkaian pembinaan, mahasiswa mendapatkan berbagai materi yang mendukung pengembangan karakter sekaligus memberikan wawasan mengenai kehidupan generasi muda. Materi yang diberikan antara lain pencegahan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (Napza), kedisiplinan, edukasi HIV/AIDS, serta pembekalan survival.
Selain materi pembekalan, kegiatan juga dilengkapi dengan aktivitas kelompok dan kegiatan lapangan yang mendorong mahasiswa untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama.
Dengan pendekatan tersebut, proses pembinaan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang dapat membantu mahasiswa memahami arti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
2.760 Mahasiswa Ikuti Pembinaan Karakter

Keterlibatan 2.760 mahasiswa PNJ menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rangkaian pembinaan tersebut. Sebelumnya, sebanyak 85 mahasiswa mengikuti Training of Trainers sebagai bagian dari tahap awal pembekalan.
Skala kegiatan yang melibatkan ribuan mahasiswa tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk membangun interaksi dengan mahasiswa dari berbagai jurusan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan kampus sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka terhadap perbedaan latar belakang, cara berpikir, dan bidang keilmuan.
Bekal Karakter untuk Kehidupan Kampus dan Dunia Profesional
Pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Kemampuan akademik dan keterampilan teknis perlu berjalan bersama dengan kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PNJ berupaya memberikan pengalaman yang dapat melengkapi proses pembelajaran mahasiswa di dalam kelas.
Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan kampus, mulai dari kedisiplinan mengikuti kegiatan akademik, kemampuan bekerja sama dalam tugas kelompok, hingga keterlibatan dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan.
Pada akhirnya, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional yang membutuhkan kemampuan kolaborasi, adaptasi, komunikasi, dan tanggung jawab.
Membangun Generasi Muda yang Berkarakter
Rangkaian kegiatan yang dimulai dari Training of Trainers bagi 85 mahasiswa di Pusdikkes hingga pembinaan bela negara yang melibatkan 2.760 mahasiswa di Robinso, Puncak, Cisarua, menjadi bagian dari komitmen PNJ dalam membangun mahasiswa yang memiliki karakter kuat.
Melalui pembinaan tersebut, nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Dengan demikian, kegiatan bela negara tidak berhenti sebagai aktivitas selama program berlangsung, tetapi dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang membentuk sikap dan karakter mahasiswa untuk diterapkan di lingkungan kampus, masyarakat, serta dalam perjalanan mereka menuju dunia profesional.





