
BicaraPlus – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, baru-baru ini.
Pertemuan tersebur menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis kedua negara di tengah dinamika global.
“Pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama lima jam,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan.
Ia menjelaskan, agenda diawali dengan pertemuan bilateral selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata selama tiga jam.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Rusia menyepakati sejumlah poin kerja sama strategis, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy.
Selain energi, kedua negara juga berkomitmen memperluas kerja sama di berbagai bidang lain yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.
“Keberlanjutan kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi, terutama pembangunan industri di Indonesia,” lanjutnya.
Teddy menilai Rusia memiliki posisi strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin penting.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.
Ia juga menyoroti potensi besar Rusia sebagai mitra pembangunan, terutama dari sisi sumber daya alam.
“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Teddy menyebut intensitas pertemuan antara Prabowo dan Putin dalam setahun terakhir menunjukkan hubungan bilateral yang semakin erat.
“Presiden Prabowo dan Presiden Putin terakhir bertemu pada Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu dalam satu tahun terakhir,” pungkasnya.





