
BicaraPlus – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan ekosistem pesantren.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi.
“Pesantren dengan jumlah santri yang besar merupakan ekosistem kuat dalam mendukung program prioritas pemerintah,” ujar Dicky dalam kegiatan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa.
Dorong Ekonomi lewat Program Makan Bergizi Gratis
Dicky menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar pesantren.
Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan dapat menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
“Ini menciptakan perputaran ekonomi yang kuat di lingkungan pesantren,” jelasnya.
OJK juga berperan sebagai katalis dan fasilitator dalam memperluas akses keuangan syariah.
Melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada produk keuangan, tetapi juga dipertemukan langsung dengan lembaga jasa keuangan melalui skema business matching.
Langkah ini membuka peluang nyata bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan.
Libatkan BGN dan PBNU
Kegiatan ini digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menyebut program MBG menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, hingga santri.
“Program ini penting untuk memastikan generasi penerus mendapatkan asupan gizi yang baik sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menilai program ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren.
Tingkatkan Literasi Santri
Melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), OJK memberikan edukasi kepada ratusan santri.
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan, pengenalan produk keuangan syariah, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Santri juga dibekali pemahaman pentingnya gizi untuk mendukung kesehatan dan produktivitas.
Perluas Akses dan Infrastruktur
Dalam kegiatan ini, OJK juga mendorong perluasan akses keuangan syariah bagi pelaku usaha di lingkungan pesantren.
Sebanyak 150 peserta terlibat, mulai dari pelaku usaha, pengelola program gizi, hingga bagian dari rantai pasok MBG.
Selain itu, dilakukan peresmian fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pesantren serta penandatanganan prasasti untuk 27 titik layanan.
Penguatan ekosistem pesantren ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.





