
BicaraPlus – Sebuah model layanan kebersihan rumah yang menggabungkan manusia dan robot tengah diuji coba di Shenzhen. Konsep ini menghadirkan “tim ganda” yang terdiri dari tenaga kebersihan profesional dan robot untuk menangani pekerjaan rumah tangga secara kolaboratif.
Dalam skema ini, manusia bertugas mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan penilaian dan ketelitian, sementara robot menangani tugas-tugas berulang. Mulai dari menyeka meja, memungut sampah, mengikat kantong sampah, hingga membantu melipat seprai dilakukan secara otomatis oleh mesin.
Robot-robot tersebut dikembangkan oleh X Square Robot bekerja sama dengan platform layanan rumah 58.com sebagai bagian dari program percontohan. Sistem ini disebut menggunakan model mandiri yang mampu memahami perintah, merencanakan langkah kerja, hingga mengeksekusi tugas tanpa bergantung sepenuhnya pada kendali jarak jauh.
Para pengamat menilai pendekatan ini mencerminkan tren kolaborasi antara manusia dan mesin. Sejumlah ahli di bidang robotika dan kecerdasan buatan menilai model tersebut dapat meningkatkan kapasitas layanan tanpa harus sepenuhnya menggantikan tenaga kerja manusia.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana bagi sistem kecerdasan buatan untuk belajar langsung dari lingkungan nyata yang kompleks, seperti ruang rumah. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan robot dalam menghadapi berbagai situasi yang dinamis.
Pengembangan ini sejalan dengan ambisi China dalam mendorong inovasi robot humanoid dan AI terapan. Shenzhen sendiri dikenal sebagai salah satu pusat utama, dengan kawasan industri yang dijuluki “Lembah Robot”.
Sejumlah perusahaan dari kota ini bahkan telah memperluas pasar ke tingkat global. Salah satunya Pudu Robotics yang kini mengekspor produknya ke lebih dari 80 negara, dengan robot layanan yang digunakan di berbagai wilayah seperti Eropa dan Amerika Utara.
Di sisi lain, kawasan seperti Qianhai juga aktif mengembangkan pusat riset kecerdasan buatan dan bekerja sama dengan pelaku industri. Perusahaan seperti Manifold Tech bahkan telah mengintegrasikan teknologi mereka ke dalam seni pertunjukan dan menembus pasar internasional.
Berdasarkan data industri, Shenzhen saat ini memiliki lebih dari 2.600 perusahaan AI dan sekitar 70.000 perusahaan dalam rantai industri robotika. Klaster ini diperkirakan terus tumbuh pesat hingga 2025.
Kini, kehadiran robot di Shenzhen semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membersihkan rumah hingga membantu mengatur lalu lintas. Sejumlah media internasional menilai perkembangan ini menjadi gambaran awal kota masa depan, di mana manusia dan robot bekerja berdampingan di berbagai sektor layanan.





