Mahasiswi Unpad Petakan 16 Titik Air Bersih di Cileles, Aksi Nyata Penerima Beasiswa SCG

Polyworking 26

BicaraPlus – Aksi nyata generasi muda kembali hadir melalui kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial yang masih dekat dengan masyarakat, yakni akses air bersih dan sanitasi. Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran sekaligus penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025, menginisiasi proyek bertajuk Clean Water for All, sebuah riset pemetaan kualitas air di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Melalui pendekatan ilmiah berbasis survei lapangan, proyek ini berhasil mengevaluasi 16 titik sumber air untuk mengetahui kualitas, karakteristik, dan kondisi air yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Program ini lahir dari kepedulian terhadap masih rendahnya akses air bersih dan sanitasi aman, baik di tingkat global maupun nasional. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko penyakit, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Berangkat dari situasi tersebut, Josephine bersama tim memulai proyek sejak September 2025 dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa, survei lokasi, pengenalan alat, hingga pengumpulan data dan analisis lapangan secara menyeluruh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumber air di Desa Cileles tergolong aman untuk kebutuhan sehari-hari. Namun demikian, beberapa titik tetap memerlukan proses pengolahan lanjutan sebelum layak dikonsumsi sebagai air minum. Temuan ini kemudian diperkuat melalui diskusi terbuka bersama warga agar masyarakat memahami kualitas air di lingkungannya sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Untuk memperluas manfaat hasil penelitian, Josephine dan tim juga meluncurkan situs web Clean Water for All yang memuat hasil evaluasi kualitas air secara komprehensif dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa maupun warga dalam merancang pengembangan sumber air yang lebih aman dan berkelanjutan di masa depan.

President Director SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menyampaikan kebanggaannya terhadap proyek yang diinisiasi salah satu penerima beasiswa tersebut. Menurutnya, program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung inovasi hijau dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth, yang mengedepankan pelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan sosial melalui solusi berkelanjutan.

Sebagai informasi, program SCG Sharing the Dream telah memasuki tahun ke-14 dan menyalurkan lebih dari Rp22 miliar bagi pelajar di berbagai wilayah operasional perusahaan, termasuk Bandung, Jakarta, Karawang, Sukabumi, Lebak, hingga Gresik. Tidak hanya memberikan dukungan pendidikan, program ini juga mendorong para penerima beasiswa untuk mengembangkan community project yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pada 9 April 2026, Josephine bersama tim secara resmi menyerahkan hasil proyek kepada Pemerintah Desa Cileles. Serah terima yang berlangsung di Kantor Kepala Desa tersebut disaksikan oleh aparatur desa, perwakilan Posyandu, dosen pendamping, serta mahasiswa Program Studi Geofisika Universitas Padjadjaran. Kepala Desa Cileles, Duduy Abdul Kholik, mengapresiasi langkah yang dilakukan mahasiswa dalam membantu desa membangun basis data sumber air yang akurat.

Pemerintah Desa Cileles berencana memanfaatkan hasil kajian tersebut sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan sumber air di masa mendatang. Basis data yang telah disusun dinilai menjadi pedoman strategis untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus pembangunan desa berbasis kebutuhan riil warga.

Bagikan