
BicaraPlus – Pemerintah Jepang bergerak cepat merespons memanasnya konflik Timur Tengah dengan memastikan pasokan energi dan logistik medis tetap aman. Dalam rapat ke-4 Ministerial Meeting on the Middle East Situation yang digelar Kamis malam, Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan bahwa kebutuhan bahan bakar nasional masih dalam kondisi terkendali.
Pemerintah Jepang memutuskan melanjutkan subsidi untuk bensin, solar, minyak berat, dan minyak tanah, sehingga harga bensin rata-rata nasional tetap tertahan di level 170 yen per liter. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan rantai pasok global akibat risiko geopolitik di kawasan Teluk.
Tak hanya energi, pemerintah juga mulai menyisir berbagai titik hambatan distribusi yang sempat mengganggu sejumlah sektor vital. Salah satu yang menjadi perhatian adalah thinner untuk industri pengecatan, yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pelaku usaha. Setelah pemerintah memetakan titik kemacetan pasokan dan mempertemukan data distribusi antara sektor publik dan swasta, pengiriman dari produsen thinner kini mulai pulih.
Perbaikan serupa juga terjadi pada industri peralatan rumah tangga, khususnya unit bath system, yang sebelumnya menahan pemesanan baru akibat kelangkaan bahan baku turunan minyak. Kini, sejumlah produsen telah mengumumkan pembukaan kembali order baru setelah pasokan mulai normal.
Di sektor kesehatan, langkah pemerintah Jepang bahkan lebih agresif. Menyusul kekhawatiran rumah sakit atas kelangkaan sarung tangan medis, pemerintah memutuskan untuk melepas 50 juta unit sarung tangan medis dari stok nasional mulai Mei 2026. Jepang sendiri masih memiliki hampir 500 juta unit stok siap distribusi, sehingga kebutuhan fasilitas kesehatan dinilai tetap aman dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut PM Takaichi, pasokan untuk sektor medis adalah prioritas tertinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan publik. Pemerintah juga meminta kementerian terkait memastikan target “zero bottleneck” atau nol hambatan distribusi, khususnya untuk produk kesehatan penting seperti cairan disinfektan, jarum dialisis, dan kantong darah.
Selain fokus domestik, Jepang juga memperkuat jalur pasok regional melalui skema Asia Zero Emission Community (AZEC) dan inisiatif baru Power Asia, yang bertujuan memperkuat ketahanan pasokan energi dan bahan baku dari Asia. Langkah ini dinilai strategis karena banyak produk medis Jepang masih bergantung pada bahan baku berbasis minyak dari negara-negara Asia.
Pemerintah Jepang menegaskan akan terus mengawal satu per satu persoalan distribusi barang penting agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat, layanan kesehatan, maupun aktivitas ekonomi nasional





