
BicaraPlus – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin kembali menerima penghargaan bergengsi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Award 2026 dalam kategori Pimpinan Parlemen Penggagas Demokrasi Hijau (Green Democracy). Penghargaan tersebut diterima Sultan dalam acara yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ini bukan kali pertama Sultan mendapat apresiasi dari kalangan jurnalis parlemen. Pada KWP Award 2023, ia juga pernah dianugerahi penghargaan kategori Senator Kritis Pro Demokrasi, saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI. Dalam keterangannya, Sultan menegaskan bahwa penghargaan ini memiliki makna mendalam bagi hubungan antara parlemen dan insan pers sebagai dua elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi nasional.
“Kami harus menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan KWP sebagai sahabat seperjuangan. Awarding KWP menjadi pertanda baik bahwa demokrasi Indonesia sedang tumbuh dan bersemi,” ujar Sultan. Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menilai sinergi antara lembaga parlemen dan wartawan harus terus diperkuat agar proses demokrasi berjalan sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, selama ini wartawan parlemen memiliki peran vital dalam mengawal, merekam, serta menyebarluaskan kerja-kerja konstitusional anggota parlemen, khususnya DPD RI, kepada publik secara objektif dan proporsional.
Sultan juga menekankan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi DPD RI untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat dukungan moral dari kalangan media dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.
“Kami harap KWP menjadi pionir institusi pers dalam mengawal jalannya demokrasi konstitusional Indonesia dengan konsisten menjaga marwah jurnalistik di tengah disrupsi informasi digital,” tegasnya. Ia menutup pernyataannya dengan menyoroti pentingnya profesionalisme pers sebagai fondasi demokrasi yang sehat.
“Tanpa rekan-rekan wartawan yang profesional, demokrasi pasti gaduh dan lumpuh. Tanpa pengawasan lembaga parlemen yang proporsional, demokrasi menjadi buta,” pungkasnya.





