Irman Gusman: Pemimpin Hebat Lahir dari Ketangguhan Saat Krisis

WhatsApp Image 2026 04 15 at 11.08.57

BicaraPlus – Irman Gusman menegaskan bahwa pemimpin besar tidak lahir dari situasi yang mudah, melainkan ditempa melalui ketangguhan menghadapi krisis dan keberanian mengambil keputusan di tengah perubahan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Irman usai menghadiri Supermentor-28 on Leadership yang berlangsung di The St. Regis Jakarta, Selasa malam (14/4). Forum prestisius ini menjadi ruang refleksi para tokoh nasional dan internasional untuk membedah esensi kepemimpinan visioner di tengah ketidakpastian global.

Menurut mantan Ketua DPD RI dua periode itu, sejarah selalu mencatat para pemimpin hebat sebagai sosok yang mampu menjaga arah bangsa saat menghadapi tekanan besar. “Sejarah membuktikan bahwa pemimpin besar tidak lahir dari situasi yang mudah. Mereka dibentuk oleh keberanian moral dan keteguhan karakter saat menghadapi ujian zaman,” ujar Irman.

Ia menilai kepemimpinan visioner bukan sekadar kemampuan melihat masa depan, tetapi juga kecakapan bernavigasi di tengah badai krisis untuk membawa bangsa menuju arah yang lebih aman, stabil, dan berkelanjutan. Dalam forum tersebut, Irman menyoroti tiga figur dunia yang menjadi referensi penting bagi lintas generasi, khususnya anak muda Indonesia.

Pertama, Nelson Mandela melalui perspektif mantan asistennya, Ebrahim Rasool, yang menekankan pentingnya rekonsiliasi untuk mempersatukan bangsa yang terpecah. Kedua, Lee Kuan Yew lewat ulasan Prof. Chan Heng Chee mengenai disiplin visi dan nation-building yang berhasil mengubah negara kecil menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Ketiga, pelajaran kepemimpinan dari Susilo Bambang Yudhoyono tentang seni menjaga stabilitas nasional dan mengambil keputusan strategis pada masa transisi serta krisis. “Indonesia saat ini berada dalam fase perubahan dinamis yang menuntut pemimpin tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral,” tambahnya.

Kehadiran sejumlah tokoh nasional seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Ilham Habibie, hingga Mahyeldi Ansharullah menunjukkan besarnya perhatian terhadap penguatan kepemimpinan generasi muda Indonesia. Menurut Irman, kehadiran para pembuat kebijakan tersebut mencerminkan adanya konsensus nasional mengenai pentingnya transfer pengetahuan dan nilai kepemimpinan kepada generasi penerus bangsa.

Menutup pernyataannya, Irman memberikan apresiasi kepada forum Supermentor yang sejak 2014 konsisten menjadi ruang pembelajaran strategis bagi pemuda Indonesia. “Forum ini melampaui sekadar motivasi. Ini adalah ruang pewarisan etos kerja, integritas, dan resep sukses kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia ke depan,” pungkasnya.

Bagikan