Iran Buka Selat Hormuz, tapi Ancam Tutup Lagi Jika Blokade AS Berlanjut

1775694243368 screenshot 2026 04 09 at 06 28 41

BicaraPlus – Iran untuk sementara membuka kembali Selat Hormuz, Jumat (17/4). Namun, Teheran memperingatkan jalur vital tersebut bisa kembali ditutup jika blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan melalui media sosial bahwa selat itu kini terbuka bagi kapal komersial. Kebijakan tersebut berlaku selama masa gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyebut langkah tersebut sebagai “hari yang hebat dan mulia bagi dunia” saat berbicara di Arizona.

Namun, situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil. Sejumlah kapal dilaporkan sempat mencoba melintasi selat pada hari yang sama, tetapi terpaksa berbalik arah.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, “Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka jika tekanan dari AS terus berlangsung.”

Ia juga menuduh Trump menyampaikan pernyataan yang tidak akurat terkait negosiasi.

Trump sendiri menegaskan blokade terhadap kapal yang menuju pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan dengan Teheran “selesai 100%”.

Iran juga menetapkan bahwa kapal yang melintasi wilayah tersebut harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Islam. Kapal militer serta kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel tetap dilarang melintas.

Selain itu, isu program nuklir Iran masih menjadi salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi.

Di tengah ketegangan tersebut, pasar keuangan global merespons positif. Harga minyak dilaporkan turun sekitar 10%, sementara saham global mengalami kenaikan.

Meski demikian, perusahaan pelayaran masih bersikap hati-hati. Mereka menunggu kejelasan terkait risiko keamanan, termasuk potensi ranjau laut, sebelum kembali melintasi jalur tersebut.

Bagikan