
BicaraPlus – Pemerintah China menyatakan akan mengambil “tindakan balasan” jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap produk asal China.
Pernyataan itu disampaikan pada 14 April, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan geopolitik antara China dan AS.
Sebelumnya, media AS melaporkan bahwa China diduga tengah bersiap mentransfer sistem pertahanan udara ke Iran dalam beberapa pekan mendatang.
Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut informasi itu sebagai “fitnah tanpa dasar”.
Ia menegaskan, jika AS menggunakan tuduhan tersebut sebagai alasan untuk menaikkan tarif, maka China akan merespons dengan tegas.
“Informasi tersebut sepenuhnya dibuat-buat. Jika AS menjadikannya dalih untuk meningkatkan tarif, China akan mengambil tindakan balasan,” ujarnya.
China Bantah Dukungan Militer ke Iran
Guo menekankan, China selama ini menerapkan pengawasan ketat terhadap ekspor produk militer, sesuai dengan hukum dan kewajiban internasional.
Ia juga menyebut negaranya selalu bersikap hati-hati dan bertanggung jawab dalam isu tersebut.
Di sisi lain, hubungan China dengan Iran lebih banyak didasarkan pada kepentingan ekonomi.
China diketahui menjadi salah satu mitra dagang utama Iran sekaligus pembeli minyak terbesar negara tersebut. Namun, keduanya tidak memiliki perjanjian militer formal.
Ketegangan Meluas ke Kawasan
Selain Iran, China juga memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan negara-negara di kawasan Teluk.
Dalam beberapa kesempatan, China mengkritik aksi militer di kawasan tersebut dan menegaskan dukungannya terhadap stabilitas serta prinsip non-intervensi.
Pernyataan terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan antara Washington dan Beijing, yang kini tidak hanya menyentuh isu perdagangan, tetapi juga geopolitik di Timur Tengah.





