BRIN Kembangkan Teknologi Deteksi Campuran Minyak Babi di Minyak Zaitun

1776242829 16343052

BicaraPlus – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode untuk mendeteksi pemalsuan extra virgin olive oil (EVOO) dengan campuran minyak babi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode untuk mendeteksi pemalsuan extra virgin olive oil (EVOO) dengan campuran minyak babi.

Riset ini dilakukan tim Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN yang dipimpin Anjar Windarsih. Metode tersebut diklaim mampu mendeteksi campuran secara cepat, akurat, dan tanpa merusak sampel.

“Pemalsuan EVOO kerap terjadi karena nilainya yang tinggi. Salah satu praktiknya adalah mencampur minyak zaitun dengan bahan lebih murah, termasuk lemak hewani seperti minyak babi,” jelas Anjar.

Untuk mendeteksinya, tim menggunakan teknologi spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) yang dikombinasikan dengan machine learning.

Teknologi FTIR digunakan untuk membaca karakteristik molekuler minyak melalui spektrum inframerah, sementara machine learning menganalisis pola data untuk mengidentifikasi campuran.

Dalam penelitian ini, sejumlah model diuji, seperti artificial neural network (ANN), support vector machine (SVM), hingga random forest.

Hasilnya, model ANN menunjukkan performa terbaik dengan tingkat akurasi sangat tinggi.

Metode ini juga dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan proses preparasi sampel yang rumit, serta lebih ramah lingkungan dibanding metode konvensional.

Pengujian menunjukkan metode tetap akurat saat diuji dengan data berbeda, sehingga dinilai dapat digunakan dalam kondisi nyata.

BRIN menyebut teknologi ini berpotensi digunakan untuk pengawasan mutu pangan, baik oleh industri maupun regulator, terutama untuk memastikan keaslian produk dan aspek kehalalan.

Bagikan