BRIN Kembangkan Bioplastik dari Biomassa, Siap Jadi Alternatif Plastik Konvensional

1776749887 90863651

BicaraPlus – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan material berkelanjutan berupa bioplastik berbasis biomassa sebagai alternatif plastik konvensional yang lebih ramah lingkungan.

Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Yeyen Nurhamiyah mengatakan, pengembangan bioplastik menjadi penting di tengah ketergantungan plastik konvensional pada bahan baku fosil yang rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

“Bioplastik yang kami kembangkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dirancang untuk siap digunakan dalam skala industri,” ujar Yeyen dalam Webinar Product Knowledge #3 bertajuk Bioplastik untuk Produk Cetak, belum lama ini.

Menurutnya, BRIN mengembangkan bioplastic pellet berbasis biomassa dari sumber terbarukan seperti sagu, jagung, dan limbah lignoselulosa. Material ini dapat diproses menggunakan teknologi industri seperti injection moulding dan extrusion.

Selain itu, bioplastik tersebut memiliki sifat mekanik yang kompetitif serta bersifat 100 persen biodegradable, sehingga berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.

Pemanfaatan biomassa lokal juga dinilai mampu mendukung kemandirian bahan baku nasional sekaligus memberi nilai tambah pada sumber daya dalam negeri.

Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Akbar Hanif Dawam, menekankan pentingnya inovasi material berbasis sumber daya terbarukan untuk menjawab tantangan global, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Pengembangan bioplastik juga membuka peluang kolaborasi dengan industri, khususnya dalam pemanfaatan limbah biomassa menjadi produk bernilai tambah.

Inisiatif ini sejalan dengan tren global penggunaan material ramah lingkungan serta kebijakan pengurangan plastik sekali pakai.

Bagikan