
BicaraPlus – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Yayasan Inotek menggelar workshop hilirisasi komoditas buah, umbi-umbian, dan perikanan di Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya diseminasi hasil riset kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara langsung, khususnya oleh pelaku usaha di daerah.
Ketua Tim Diseminasi BRIN Wihatmoko Waskitoaji mengatakan, BRIN terbuka untuk mendukung kebutuhan masyarakat melalui berbagai skema kerja sama.
“Masyarakat bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Yayasan Inotek untuk menyampaikan kebutuhan inovasi,” ujarnya.
Workshop yang digelar di Jatitujuh ini diikuti kelompok masyarakat terpilih dengan tujuan meningkatkan keterampilan dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.
Perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Majalengka Lucky Yulianty menilai hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk.
Menurutnya, hilirisasi tidak hanya sebatas mengolah bahan mentah, tetapi juga mencakup inovasi, peningkatan kualitas, hingga pengemasan dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Sementara itu, General Manager Inotek, Dewi Suryani, mengatakan Majalengka memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun masih banyak dijual dalam bentuk mentah.
Melalui program Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera), pihaknya mendorong konsep One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
“Tujuannya agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional hingga global,” kata Dewi.
Dalam workshop ini, BRIN menghadirkan sejumlah peneliti dari berbagai pusat riset. Materi yang diberikan antara lain pengolahan mangga menjadi produk olahan bernilai tinggi, pembuatan tepung mocaf dan tepung pisang, serta pengolahan ikan air tawar seperti nila dan lele menjadi abon, nugget, dan tepung ikan.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 April 2026 ini juga memberikan praktik langsung kepada peserta, termasuk teknik memperpanjang umur simpan produk.
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini dijual dalam bentuk mentah.





