BRIN Dorong Industri Hijau, Sebut Jadi Kunci Daya Saing Global RI

1776250514 15564401

BicaraPlus – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong percepatan transformasi industri nasional menuju konsep industri hijau.

“Penerapan industri berkelanjutan kini menjadi syarat penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” ungkap Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN Nugroho Adi Sasongko.

Menurutnya, industri tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada efisiensi sumber daya, kepatuhan terhadap regulasi internasional, serta aspek keberlanjutan lingkungan.

Ia menyebut sejumlah isu seperti pajak karbon lintas negara, eco-labeling, hingga transparansi rantai pasok kini menjadi faktor penting dalam perdagangan global.

BRIN juga menilai industri nasional perlu beralih dari model berbasis sumber daya alam ke berbasis inovasi dan nilai tambah.

Nugroho menjelaskan, nilai ekonomi terbesar tidak lagi berasal dari ekspor bahan mentah, melainkan dari proses hilirisasi dan pengembangan produk.

Kendati demikian, BRIN berupaya menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan penerapannya di industri agar dapat dikomersialisasikan.

Selain itu, BRIN mengembangkan berbagai pendekatan berbasis data untuk mendukung kebijakan industri, termasuk pemetaan industri dan analisis siklus hidup produk.

Dalam ajang Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026, BRIN juga mencatat capaian nilai ekspor produk industri kecil menengah (IKM) Surabaya sebesar 2,7 juta dolar AS.

Kegiatan tersebut juga membuka lebih dari 1.000 peluang kerja melalui bursa kerja yang digelar bersamaan.

BRIN menegaskan akan terus mendukung transformasi industri berbasis riset dan teknologi guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Bagikan